Contoh Surat Gugatan Berbagai Masalah yang Resmi, Baik dan Benar Format Word / Doc

Contohsuratku.net - Siapa pun orangnya tentu tidak ingin mendapat masalah, dan berusaha sebaik mungkin menghidarinya, namun demikian kadang sebuah masalah tidak bisa kita hindari, karena itulah yang sebenarnya mewarnai kehidupan ini. Dan sekuat apapun kita menghindarinya tentu suatu saat kita akan ketemu yang namanya masalah , tidak perduli besar atau kecil. dan banyak pula diantaranya yang harus dibawa kepengadilan karena tidak bisa di slasaikan dengan cara kekeluargaan dan ini pun memerlukan Surat Gugatan, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis akan memberikan berbagai Contoh Surat Gugatan Berbagai Masalah yang Resmi, Baik dan Benar Format Word / Doc yang bisa anda padomani dalam membuat surat gugatan.
Contoh Surat Gugatan Berbagai Masalah yang Resmi, Baik dan Benar Format Word  Doc
Contoh Surat Gugatan Berbagai Masalah yang Resmi, Baik dan Benar Format Word  Doc

Contoh Surat Gugatan

Membuat surat gugatan ini memang sulit karena ini sifatnya resmi, namun jika adah sebuah contoh maka hali bisa memudahka kita dalam membuatnya, dan berikut ini beberapa Contoh Surat Gugatan yang bisa anda download dalam format file word.

Pengertian Surat Gugatan

Surat gugatan adalah surat yang di buat dan ditandatangani dan diajukan oleh penggugat ditujukan epada Ketua Pengadilan Agama yang berwenang, yang memuat tuntutan hak yang di dalamnya mengandung sengketa dan sekaligus landasan pemeriksaan perkara dan pembuktian kebenaran suatu masalah.

Pada prinsipnya semua gugatan atau permohonan harus dibuat secara tertulis. Bagi penggugat atau pemohon yang tidak dapat membaca dan menulis, maka gugatan atau permohonan diajukan secara lisan kepada Ketua Pengadilan Agama. 

Ketua Pengadilan Agama kemudian memerintahkan kepada hakim untuk mencatat segala sesuatu yang dikemukakan oleh penggugat atau pemohon, maka gugatan atau permohonan tersebut ditandatangani oleh Ketua atau hakim yang menerimanya, didasarkan pada ketentuan atau pasal 120 HIR. 

Gugatan atau permohonan yang dibuat secara tertulis, ditandatangani oleh penggugat atau pemohon (pasal 118 ayat (1) HIR). Jika penggugat atau pemohon telah menunjuk kuasa khusus, maka surat gugatan atau permohonan tersebut ditandatangani oleh kuasa hukumnya (pasal 123 HIR).

Contoh Surat Gugatan Perbuatan Melawan Hukum


SURAT GUGATAN



                                                             Kepada :
                                                             Yth.  Ketua Pengadilan Negeri
                                                                      Di
                                                                       ………………………

Hal: Gugatan Perbuatan Melawan Hukum

………………………, perempuan, agama ………………………, umur …. tahun, pekerjaan ………………………, bertempat tinggal di …………………………………………. Dalam hal ini diwakili oleh kuasanya ………………………. dan ……………………….., Advokat / Pengacara berkantor di ………………………, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal ……………………… yang didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri ……………………… dengan Register No. ……………………… disebut sebagai PENGGUGAT.

Melawan :
Jaksa Agung RI ………………………. Kejaksaan Tinggi ……………………… ………………………, beralamat di ………………………, disebut sebagai TERGUGAT I

………………………, laki-laki, agama ………………………, umur ……………………… tahun, pekerjaan ………………………, bertempat tinggal di ………………………, disebut sebagai TERGUGAT II.

            Adapun yang menjadi alasan-alasan dan peristiwa hukum diajukan gugatan ini oleh Penggugat adalah sebagai berikut :

TENTANG KEWENANGAN MENGADILI
  1. Kewenangan Absolut
    Bahwa gugatan adalah sudah tepat dan benar diajukan ke Pengadilan Negeri karena perkara ini merupakan Perkara Perdata Perbuatan Melawan Hukum mengenai gugatan terhadap Tergugat I dan Tergugat II, di mana perbuatan Tergugat I menyerahkan sertifikat Hak Milik No. ……………………… dan perbuatan Tergugat II menguasai tanah sengketa beserta sertifikat Hak Milik No……………………… adalah perbuatan melawan hukum;
  2. Kewenangan Relatif
    a. Bahwa mengingat domisili Tergugat I yang beralamat di ………………………, maka gugatan ini adalah tepat dan benar pula untuk diajukan ke Pengadilan Negeri ………………………;
    b. Bahwa mengingat tempat letak objek yang menjadi sengketa, yakni tanah bersertifikat Hak Milik No. ……………………… dan bangunan di atasnya terletak di ……………………… Kecamatan ………………………, maka gugatan ini adalah tepat dan benar pula untuk diajukan ke Pengadilan Negeri ………………………;
    c. Bahwa hal tersebut diperkuat oleh asas actor secuitur forum rei (domicile) sebagaimana diatur dalam Pasal 118 ayat (2) HIR / Pasal 142 ayat (2) RBG yang merupakan Hukum Acara Perdata Indonesia yang berlaku umum (Indonesian General Principles of Law) dimana ditentukan bahwasanya gugatan harus diajukan di Pengadilan Negeri yang mewilayahi daerah hukum tergugat berdiam  atau apabila tergugat berjumlah lebih dari satu maka dapat dipilih salah satu domisili dari para tergugat;

TENTANG PENGGUGAT SEBAGAI PEMILIK SERTIFIKAT HAK MILIK NO. ……………………… YANG SAH
  
  1. Bahwa pada tanggal ………………………, Tergugat II menjaminkan tanah bersertifikat Hak Milik No. ……………………… dan bangunan di atasnya kepada Bank Natin atas pinjaman dari isterinya bernama ……………………… sebesar Rp ……………………… sesuai dengan Tanda Terima Pinjaman yang dikeluarkan oleh ……………………… tertanggal ……………………… (vide bukti P.03);
  2. Bahwa sampai dengan Peringatan Ketiga yang dikeluarkan oleh Bank ……………………… kepada Tergugat II sesuai dengan Surat Peringatan III No. ……………………… tanggal ………………………, Tergugat II tidak dapat melakukan pembayaran untuk melunasi pinjamannya (vide bukti P.10b);
  3. Bahwa Tergugat II, melalui Bank ……………………… telah menjual tanah dan bangunan bersertifikat Hak Milik No. ………………………  kepada ……………………… sesuai Akta Jual Beli No………………………  tanggal ………………………, dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah bernama ………………………. di mana ………………………, Pimpinan Bank ………………………, hadir sebagai saksi;
  4. Bahwa uang hasil penjualan tanah tersebut diterima Bank ……………………… sebagai pelunasan pinjaman kredit isteri dari Tergugat II bernama ……………………… sesuai dengan Tanda Terima Pelunasan Pinjaman yang dikeluarkan oleh Bank ……………………… tertanggal ………………………;
  5. Bahwa ……………………… menjual tanah bersertifikat Hak Milik No. ……………………… beserta bangunan di atasnya kepada Penggugat sesuai Akta Jual Beli No. ………………………  tertanggal ………………………, dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah bernama ……………………….
  6. Bahwa Penggugat adalah pemilik sah atas objek sengketa berupa: sebidang tanah luas ………………………  meter persegi, berikut bangunan rumah  di atasnya yang terletak di ………………………, Kecamatan ……………………… dengan sertifikat Hak Milik No. ………………………, dengan batas-batas:sebelah utara rumah milik ………………………, sebelah selatan ………………………, sebelah barat ………………………  dan sebelah timur ………………………


TENTANG PERBUATAN TERGUGAT I DAN TERGUGAT II YANG MELAKUKAN PERBUATAN MELAWAN HUKUM

  1. Bahwa pada tanggal ………………………  Penyidik Kepolisian Daerah ………………………  melakukan penyitaan terhadap sertifikat Hak Milik No. ……………………… atas nama ………………………   terkait kasus Pidana Pemalsuan Tanda Tangan ………………………  ;
  2. Bahwa Penggugat, melalui Kepala Kejaksaan Negeri ………………………  meminta Permohonan Fatwa kepada Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia atas Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia dalam perkara pidana atas nama ………………………  sesuai dengan Surat Permohonan Fatwa No. ………………………  tanggal ………………………;
  3. Bahwa  setelah Fatwa Mahkamah Agung Republik Indonesia keluar, Tergugat I menyerahkan sertifikat Hak Milik No. ……………………… kepada Tergugat II sesuai dengan Surat Keterangan Pengembalian Barang Bukti No. ……………………… tanggal ……………………… (vide bukti P.06) dan Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan No: ……………………… tanggal ……………………… (vide bukti P.07);
  4. Bahwa setelah menerima sertifikat Hak Milik No. ………………………, Tergugat II menguasai tanah dan bangunan rumah tersebut;
  5. Bahwa perbuatan Tergugat I menyerahkan sertifikat Hak Milik No. ……………………… kepada Tergugat II dan perbuatan Tergugat II menguasai tanah sengketa beserta sertifikat Hak Milik No. ……………………… adalah perbuatan melawan hukum;

    Berdasarkan uraian yang telah diuraikan di atas maka penggugat dengan segala kerendahan hati mohon agar Pengadilan Negeri ……………………… berkenan memutus sebagai berikut :

PRIMER: 
  1. Menerima dan mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya;
  2. Menyatakan Penggugat adalah pemilik sah atas objek sengketa berupa: sebidang tanah luas ………………………  meter persegi, berikut bangunan rumah di atasnya terletak di jalan ……………………… Kecamatan ………………………, sertifikat Hak Milik No. ………………………;
  3. Menyatakan para Tergugat yaitu Tergugat I dan Tergugat II telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum;
  4. Menyatakan surat Tergugat I Nomor No……………………… tanggal ……………………… dan Surat Tergugat I No: ……………………… tanggal ……………………… tidak mempunyai kekuatan hukum tetap;
  5. Menghukum Tergugat I dan Tergugat II untuk mengembalikan atau menyerahkan tanah sengketa berikut sertifikat Hak Milik No. ……………………… kepada Penggugat;
  6. Menyatakan putusan perkara ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu meskipun ada perlawanan, banding, kasasi ataupun upaya hukum lainnya dari para Terguggat atau pihak ketiga lainnya (uitvoerbaar bij vorraad);
  7. Menghukum para Tergugat yaitu Tergugat I dan Tergugat II secara tanggung renteng untuk membayar biaya perkara yang timbul;

SUBSIDAIR:
Apabila Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini berpendapat lain, Penggugat mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono);



                                                              …………………, ………..……

Hormat kami :

Penggugat,                                            Kuasa Hukum,




(……………………….)                       (……………………….)


Silahkan Download File Wordnya di Bawah ini :

==> DOWNLOAD <==




Contoh Surat Gugatan Cerai



SURAT GUGATAN CERAI


                                                           ………………, ……………………..

                                                           Kepada :
                                                           Yth. Bapak Ketua Pengadilan Agama
                                                                    ……………………….
                                                                    Di.
                                                                    ………………………………….

Hal: Gugatan Cerai

Dengan hormat,
Saya yang bertandatangan di bawah ini :

          Nama                   :    …………………………….
          Tgl. Lahir              :    …………………………….
          Pekerjaan             :    …………………………….
          Alamat                  :    …………………………….
          Warga Negara      :    …………………………….

Selanjutnya disebut “PENGGUGAT” dengan ini hendak mengajukan Gugatan Cerai terhadap suami saya :

          Nama                   :    …………………………….
          Tgl. Lahir              :    …………………………….
          Pekerjaan             :    …………………………….
          Alamat                  :    …………………………….
          Warga Negara      :    …………………………….

Selanjutnya disebut “TERGUGAT

Adapun hal-hal yang mendasari diajukannya Gugatan Cerai ini adalah sebagai berikut :

  1. Bahwa pada tanggal ……………………………., telah dilangsungkan perkawinan yang sah berdasarkan agama Islam, yang kemudian dicacat oleh Pegawai Pencatat Nikah pada Kantor Urusan Agama Kecamatan ……………………………. sebagaimana ternyata dari Kutipan Akta Nikah No. ……………………. tanggal ………………………… Sehingga karenanya Perkawinan tersebut adalah SAH menurut hukum agama dan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang No. 1 Tahun 1974, Peraturan Pemerintah  No.  9 Tahun 1975;
  2. Bahwa PENGGUGAT dan TERGUGAT selama ini menempati rumah TERGUGAT yang dijadikan sebagai tempat kediaman bersama dan beralamat di Jalan ……………………….No. …………., RT. ……………………. RW. ………………., Kelurahan …………………., Kecamatan …………………., hal ini dapat dibuktikan dengan dibuatkannya KTP atas nama  PENGGUGAT  maupun KTP atas nama TERGUGAT serta diterbitkannya Kartu Keluarga tanggal ……………………………. oleh Camat ……………………………. atas nama Kepala Keluarga : …………………………….., TERGUGAT;
  3. Bahwa pada awalnya kehidupan rumah tangga antara PENGGUGAT dengan TERGUGAT berjalan baik dan harmonis;
  4. Bahwa sejak bulan ……………………………. hingga saat ini PENGGUGAT telah menggantikan posisi TERGUGAT sebagai kepala keluarga yang harus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, karena sejak bulan ……………………………. TERGUGAT  tidak memiliki pekerjaan yang tetap, meskipun PENGGUGAT telah meminta kepada TERGUGAT agar TERGUGAT segera mencari pekerjaan yang tetap agar beban PENGGUGAT untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dapat lebih ringan;
  5. Bahwa namun demikian, TERGUGAT tetap saja tidak mau berusaha untuk mencari pekerjaan yang tetap, terlebih lagi sikap TERGUGAT yang ringan tangan kepada PENGGUGAT, sehingga kehidupan rumah tangga antara PENGGUGAT dan TERGUGAT mulai mengalami pasang surut yang ditandai dengan sering terjadinya perselisihan dan selalu berakhir dengan pertengkaran. Kadang-kadang pertengkaran timbul dan dipicu oleh persoalan kecil berupa perbedaan pendapat antara PENGGUGAT dan TERGUGAT;
  6. Bahwa PENGGUGAT dan TERGUGAT telah berupaya sekuat tenaga untuk menyelesaikan setiap perselisihan yang terjadi antara lain dengan melakukan konsultasi perkawinan dengan orang tua dan keluarga terdekat, namun upaya tersebut tidak berhasil, karena perselisihan diantara PENGGUGAT dan TERGUGAT masih terus terjadi;
  7. Bahwa upaya-upaya konsultasi dan/atau nasehat sebagaimana PENGGUGAT uraikan pada butir 6 diatas, semata-mata PENGGUGAT lakukan untuk mempertahankan rumah tangga antara PENGGUGAT dan TERGUGAT yang telah berlangsung selama …………………………….. tahun;
  8. Bahwa rumah tangga antara PENGGUGAT dan TERGUGAT sudah tidak mungkin dapat dipertahankan lagi karena kehidupan sehari hari dirumah tangga PENGGUGAT dan TERGUGAT selalu diwarnai dengan perselisihan dan kesalah pahaman, puncaknya sejak bulan …………………………….., PENGGUGAT pergi meninggalkan rumah TERGUGAT yang menjadi kediaman bersama;
  9. Bahwa dengan tidak dapat dipertahankannya lagi kehidupan rumah tangga antara PENGGUGAT dan TERGUGAT, maka tidak ada pilihan lain bagi PENGGUGAT selain memutuskan untuk mengakhiri ikatan perkawinan antara PENGGUGAT dan TERGUGAT dengan cara mengajukan gugatan cerai;
  10. Bahwa keputusan untuk mengakhiri ikatan perkawinan telah PENGGUGAT bicarakan dengan TERGUGAT dan telah pula diketahui oleh keluarga besar masing-masing;
  11. Bahwa sesuai ketentuan Pasal 1 Undang-undang No. 1 tahun 1974, tentang Pokok-pokok Perkawinan, dinyatakan sebagai berikut bahwa;
  12. “Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
  13. Apabila ketentuan Pasal 1 Undang-undang No. 1 tahun 1974 tersebut diatas dikaitkan dengan keadaan perkawinan antara PENGGUGAT dan TERGUGAT, maka jelaslah bahwa tujuan dari Perkawinan tersebut sudah tidak ada lagi didalam rumah tangga antara PENGGUGAT dan TERGUGAT, dimana perkawinan PENGGUGAT dan TERGUGAT terlihat telah mengandung cacat dalam pelaksanaannya, sehingga dengan demikian untuk apalah perkawinan tersebut dipertahankan lagi;
  14. Bahwa selain dari pada itu, gugatan cerai PENGGUGAT yang didasarkan pada adanya perselisihan yang terjadi terus menerus antara PENGGUGAT dan TERGUGAT juga telah memenuhi ketentuan Pasal 19 huruf f Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 1975, yang pada pokoknya menyebutkan bahwa:

    “Perceraian dapat terjadi karena antara suami dan isteri terus-menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga”

Bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 22 Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 1975, pada pokoknya menyatakan bahwa :

Pasal 22 ayat (1)
  1. “Gugatan perceraian karena alasan tersebut dalam Pasal 19 huruf f, diajukan kepada Pengadilan di tempat kediaman tergugat.”
  2. Bahwa domisili TERGUGAT adalah di Jalan Duku Selatan No. 24, RT. 012 RW. 003, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Ulin, Balikpapan Utara. Dengan demikian secara hukum Pengadilan Agama yang berwenang untuk mengadili perkara a quo adalah Pengadilan Agama Jakarta Selatan yang mempunyai yurisdiksi meliputi tempat kediaman Tergugat.

Pasal 22 ayat (2)
  1. “Gugatan tersebut dalam ayat (1) dapat diterima apabila telah cukup jelas bagi Pengadilan mengenai sebab-sebab perselisihan dan pertengkaran itu dan setelah mendengar pihak keluarga serta orang-orang yang dekat dengan suami-isteri itu.”
  2. Bahwa sebagaimana telah PENGGUGAT uraikan diatas, maka telah cukup alasan bahwa antara PENGGUGAT dan TERGUGAT telah terjadi perselisihan yang terus menerus dan tidak ada harapan lagi untuk hidup bersama sebagai suami istri.

Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut diatas, maka dengan ini PENGGUGAT mohon kepada Bapak Ketua Pengadilan Negeri  …………………………….., kiranya berkenan memeriksa Surat Gugatan Cerai PENGGUGAT dan selanjutnya memberi Putusan sebagai berikut:
  
Mengabulkan gugatan PENGGUGAT seluruhnya.;
  1. Menyatakan perkawinan yang dilangsungkan antara PENGGUGAT dengan TERGUGAT, pada tanggal tanggal …………………………….., sebagaimana ternyata dari Kutipan Akta Perkawinan No. …………………………….. tanggal …………………………….. yang dikeluarkan oleh  Kantor Urusan Agama Kecamatan …………………………….. adalah PUTUS karena perceraian dengan segala akibat hukumnya.;
  2. Menghukum TERGUGAT untuk membayar biaya yang timbul dari perkara ini..

Atau apabila Bapak Ketua Pengadilan Agama …………………………….. berpendapat lain, mohon putusan  yang seadil-adilnya


                                                                             Hormat saya,





                                                                             (……………………………)

Silahkan Download File Wordnya di Bawah ini :

==> DOWNLOAD <==



Contoh Surat Gugatan Masalah Perdata



CONTOH SURAT GUGATAN PERKARA PERDATA (WARIS)


…………….., …………………..

Nomor     :    …………………………
Perihal     :    GUGATAN WARIS

Kepada  :
 Yth.  Ketua Pengadilan Agama ………………
          Di
          ………………………… 

Dengan hormat, yang bertandatangan di bawah ini :
………………………… Advokat dan konsultan hukum berkantor di ………………………… No. ………………………… berdasarkan surat kuasa (surat kuasa khusus) Nomor ………………………… tanggal ………………………… (Surat Kuasa terlampir), ini bertindak untuk dan atas nama :

Nama …………………………, umur ………… tahun, beragama …………………………, pekerjaan …………………………, bertempat tinggal di ………………………… Nomor ………………………… Rt. …. Rw. …. Kelurahan ………………………… Kecamatan ………………………… Kota …………………………, selanjutnya sebagai PENGGUGAT I.

Nama …………………………, umur ………… Tahun, beragama …………………………, pekerjaan …………………………, bertempat tinggal ………………………… Nomor ………………………… Rt. …. Rw. …. Kelurahan ………………………… Kecamatan ………………………… Kota ………………………… selanjutnya sebagai PENGGUGAT II.

Yang dalam hal ini memilih berdomisili hukum di kantor kuasanya seperti yang telah disebut di atas, yang selanjutnya disebut sebagai PENGGUGAT.

Dengan ini mengajukan gugatan terhadap:
Nama …………………………, umur…. tahun, beragama …………………………, pekerjaan …………………………, bertempat tinggal ………………………… Nomor ………………………… Rt. … Rw. … Kelurahan ………………………… Kecamatan ………………………… Kota ………………………… yang selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT.

Adapun yang menjadi dasar-dasar dan alasan diajukannya gugatan adalah sebagai berikut :

  1. Bahwa, telah terjadi perkawinan, orang tua dari Penggugat dan Tergugat bernama ………………………… dengan ………………………… , dari perkawinan tersebut telah dikaruniai 3 (tiga) orang anak masing-masing bernama ………………………….,  ………………………… dan…………………………
  2. Bahwa, pada tahun …………………………,  ………………………… telah meninggal dunia karena sakit sedangkan ………………………… telah meninggal dunia lebih dahulu pada tahun ………………………… karena …………………………, di ………………………….
  3. Bahwa, selama masa hidup almarhum ………………………… dan almarhumah ………………………… banyak berkumpul bersama Tergugat sampai meninggal dunia.
  4. Bahwa, setelah almarhum ………………………… meninggal dunia telah mempunyai harta peninggalan sebagai berikut :
    a.   Sebidang Tanah Luas ………………………… M2 berikut bangunan rumah induk, toko dan beberapa kamar kos di atasnya, Sertifikat Hak Milik. No. ………………………… Tanggal …………………………. Surat Ukur No. ………………………… Tanggal ………………………… An. …………………………, terletak di Jalan ………………………… Nomor: ………………………… Kelurahan ………………………… RT. …  RW. …  Kecamatan  ………………………… Kota …………………………. Dengan batas-batas sebagai berikut
    -       Utara           : Rumah Bpk. Toyyib
    -       Selatan        : Jalan Candi Borobudor
    -       Barat           : Rumah Bpk. Kholiq
    -       Timur          : Rumah Bpk. Sahid.
    Sekarang dalam penguasaan Tergugat.
    b.  Satu buah Mobil ………………………… Tahun ………………………… Warna …………………………, Nomor Polisi ………………………… an. ………………………… sekarang dalam penguasaan Tergugat.


    c.  Dua buah kalung emas 24 karat seberat …. gram, sekarang dalam penguasaan Tergugat.
  5. Bahwa, setelah almarhum ………………………… meninggal dunia harta peninggalannya sebagaimana tersebut pada point 4 (empat) di atas telah diambil alih dan dikuasai oleh Tergugat bersama isteri dan mertuanya sampai sekarang.
  6. Bahwa para Penggugat berulang kali mendatangi Tergugat yang maksudnya ingin meminta bagian yang menjadi hak dari para Penggugat secara baik-baik, tetapi para Tergugat tidak mengindahkan dan Tergugat malah mengancam para Penggugat.
  7. Bahwa, terdapat tanda-tanda dari Tergugat akan memindah tangankan objek sengketa sebagaimana tersebut pada poin 4 (empat).
  
Berdasarkan uraian di atas, maka Penggugat mohon agar Pengadilan berkenan memberikan putusan sebagai berikut :

Primair
  1. Mengabulkan gugatan para Penggugat untuk seluruhnya;
  2. Menetapkan harta peninggalan sebagaimana tersebut pada poin 4 (empat) sebagai harta peninggalan orang tua/pewaris;
  3. Menetapkan para Penggugat dan Tergugat sebagai ahli waris almarhum …………………………;
  4. Meletakkan sita jaminan (conservatoir beslag) atas harta peninggalan yang diperkirakan tersebut diatas;
  5. Menetapkan bagian/kadar masing-masing ahli waris Almarhum ………………………… menurut Hukum Waris Islam atau menurut ketentuan Undang-Undang yang berlaku;
  6. Menetapkan Tergugat agar menyerahkan bagian para Penggugat dengan cara sukarela dan jika tidak dapat dibagi secara natural dapat dinilai dengan uang atau dijual atau dilelang dan hasilnya diserahkan sesuai bagiannya masing-masing;
  7. Membebankan biaya perkara kepada Tergugat.


Subsidier
Jika pengadilan berpendapat lain, mohon kiranya memberikan putusan yang seadil-adilnya.
Terimakasih.

                                                                          Hormat Kami,

                                                                          Kuasa Penggugat :




                                                                          (…………………………)


Silahkan Download File Wordnya di Bawah ini :

==> DOWNLOAD <==



Contoh Surat Gugatan Utan Piutang


Surat Gugatan Utang Piutang

…………………….., …………………….


Kepada :
YtPh.    Ketua Pengadilan Negeri
              …………………………………………..
              Di.
              …………………………………………..
              …………………………………………..


Dengan Hormat,
Yang bertanda tangan dibawah ini, saya …………………………………………..  pekerjaan Advokat berkantor di  ………………………………………….. beralamat di ………………………………………….. No. ………………………………………….., bertindak untuk dan atas nama :

Nama                                    :    …………………………………………..
Nomor KTP                          :    …………………………………………..
Tempat, Tanggal Lahir           :    …………………………………………..
Alamat                                  :    …………………………………………..
Agama                                  :    …………………………………………..
Pekerjaan                              :    …………………………………………..

Dalam hal ini telah memilih tempat kediaman hukum ( domisili ) di kantor kuasanya tersebut diatas hendak menandatangani dan memajukan surat gugat ini, selanjutnya akan disebut PENGGUGAT.

Dengan ini penggugat hendak mengajukan gugatan terhadap :

Nama                                    :    …………………………………………..
Nomor KTP                          :    …………………………………………..
Tempat, Tanggal Lahir           :    …………………………………………..
Alamat                                  :    …………………………………………..
Agama                                  :    …………………………………………..
Pekerjaan                              :    …………………………………………..

Adapun mengenai duduk persoalannya adalah sebagai berikut :

  1. Bahwa, pada tanggal ………………………………………….., tergugat telah meminjam uang kepada penggugat sebesar Rp. ………………………………………….. (…………………………………………..) dan akan dilunasi pada tanggal …………………………………………...
  2. Bahwa, sampai tanggal ………………………………………….., tergugat belum pernah sama sekali membayarkan hutangnya.
  3. Bahwa, tergugat berjanji akan membayarkan hutangnya pada ………………………………………….. kepada penggugat.
  4. Bahwa, sampai pada tanggal ………………………………………….., tergugat tidak juga sama sekali membayarkan hutangnya.
  5. Bahwa, tergugat berjanji akan melunasi hutangnya pada …………………………………………... Namun hingga tanggal ………………………………………….., penggugat belum juga menerima uang hutang tersebut.


Maka berdasarkan segala apa yang terurai diatas, pengugat mohon dengan hormat sudilah kiranya Pengadilan Negeri di ………………………………………….. berkenan memutuskan :

PRIMAIR :
  1. Menghukum tergugat untuk membayarkan hutang secara nyata kepada penggugat.
  2. Menghukum tergugat membayar biaya perkara ini.
  3. Menyatakan putusan ini dapat dijalankan terlebih dahulu 8 uitvoerbaar bij voorraad meskipun timbul verzet atau banding.


Apabila pengadilan negeri berpendapat lain :

SUBSIDAIR :
Dalam perdilan yang baik, mohon keadilan yang seadil – adilnya ( ex aequo et bono )



                                                                                          Hormat Kami :
                                                                                          Kuasa Penggugat,




                                                                                          …………………………

Silahkan Download File Wordnya di Bawah ini :

==> DOWNLOAD <==


Demiian artikel dari kami dan semoga bermanfaat, jika butuh silahkan lihat juga artikel kami berikut ini :