Contoh Pidato Sambutan Peringatan Supersemar dan Sejarah Lengkap Lahirnya Surat Perintah 11 Maret 1966

Contohsuratku.net - Salah satu peristiwa sejarah dalam mempertahankan kedaulatan Bangsa Indonesia adalah Supersemar atau biasa dikenal dengan Surat Perintah 11 Maret. Peristiwa Supersemar ini terjadi pada tahun 1966 tepatnya 20 tahun setelah 20 tahun setelah Proklamasi Kemerdekaan RI di selenggarakan.

Contoh Pidato dan Sejarah Surat Perintah 11 Maret 1966

Dan utuk mengetahui lebih dalam mengenai Supersemar silahkan ikuti artikel kami tentang Contoh Pidato Sambutan Peringatan Supersemar dan Sejarah Lengkap Lahirnya Surat Perintah 11 Maret 1966 berikut ini :
Contoh Pidato Sambutan Peringatan Supersemar dan
Sejarah Lengkap Lahirnya Surat Perintah 11 Maret 1966

Pengertian Apa Itu Supersemar

Surat Perintah Sebelas Maret atau Surat Perintah 11 Maret yang disingkat menjadi Supersemar adalah surat perintah yang ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia Soekarno pada tanggal 11 Maret 1966.

Surat ini berisi perintah yang menginstruksikan Soeharto, selaku Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk mengatasi situasi keamanan yang buruk pada saat itu.

Surat Perintah Sebelas Maret ini adalah versi yang dikeluarkan dari Markas Besar Angkatan Darat (AD) yang juga tercatat dalam buku-buku sejarah. Sebagian kalangan sejarawan Indonesia mengatakan bahwa terdapat berbagai versi Supersemar sehingga masih ditelusuri naskah supersemar yang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno di Istana Bogor.

Sejarah Lahirnya Supersemar

Sebelum keluarnya Supersemar, Presiden Soekarno sedang mengadakan pertemuan dengan partai-partai politik pada tanggal 10 Maret 1966. Dalam pertemuan tersebut membahas masalah demonstrasi Tritura. Presiden mendesak agar partai-partai politik mengutuk demonstrasi Tritura, namun partai-partai yang tergabung dalam Front Pancasila tetap menuntut pembubaran PKI.

Pada tanggal 11 Maret 1966, berlangsung sidang paripurna Kabinet Dwikora yang disempurnakan. Sidang sempat mengalami kepanikan setelah Komandan Cakrabirawa Brigjen Sabur melaporkan adanya pasukan tanpa tanda kesatuan di sekeliling Istana Merdeka.

Presiden Soekarno yang memimpin sidang kabinet akhirnya meninggalkan sidang menuju Istana Bogor dengan menggunakan helikopter dan menyerahkan pucuk pimpinan sidang kepada Waperdam II, Dr. Leimena.

Bersama Waperdam I, Dr. Subandrio, dan Waperdam III, Chairul Saleh, Presiden Soekarno menuju Istana Bogor. Setelah sidang, Dr. Leimena pun menyusul ke Istana Bogor untuk melaporkan hasil sidang kabinet. Tidak begitu lama presiden yang didampingi tiga waperdam kedatangan tiga perwira tinggi Angkatan Darat.

Perwira tinggi tersebut adalah Mayjen Basuki Rahmat (Menteri Urusan Veteran), Brigjen M. Yusuf (Menteri Perindustrian), dan Brigjen Amir Mahmud (Panglima Kodam Jaya) untuk menyampaikan beberapa hal sebagai berikut :
  1. Meminta kepada presiden agar segera mengambil tindakan untuk memulihkan keadaan yang gawat.
  2. ABRI, terutama Angkatan Darat tetap setia dan tidak meninggalkan presiden.
  3. Pesan Letjen Soeharto yang isinya sanggup mengatasi keadaan apabila presiden memercayakan hal itu kepadanya.

Ketiga perwira Angkatan Darat tersebut sebelum menemui Presiden Soekarno di Istana Bogor terlebih dahulu bertemu dengan Letjen Soeharto. Setelah di Istana Bogor, ketiganya mengadakan pembicaraan dengan presiden.

Sesuai dengan kesimpulan pembicaraan, maka ketiga perwira TNI Angkatan Darat dengan Komandan Cakrabirawa Brigjen Sabur diperintahkan membuat konsep surat perintah kepada Letjen Jenderal Soeharto.

Setelah konsep surat dibahas bersama, kemudian Presiden Soekarno menandatangani surat perintah tersebut. Surat perintah itu lebih dikenal dengan sebutan "Surat Perintah Sebelas Maret" atau disingkat Supersemar.

Isi pokok Supersemar

Isi Supersemar tersebut adalah pemberian perintah kepada Letjen Soeharto untuk mengambil tindakan untuk memulihkan keamanan, ketertiban, dan kestabilan pemerintah serta keutuhan bangsa dan negara Republik Indonesia. Penerima mandat juga harus melaporkan segala sesuatunya kepada presiden.

Langkah Letjen Soeharto sebagai pengemban Supersemar

Setelah Letjen Soeharto memperoleh Supersemar, maka beliau segera melakukan beberapa langkah dan tindakan sebagai berikut :
  1. Letjen Soeharto sebagai pengemban Supersemar membubarkan PKI beserta ormas-ormasnya dan menyatakan sebagai organisasi terlarang pada tanggal 12 Maret 1966.
  2. Letjen Soeharto mengamankan lima belas menteri yang diduga terlibat atau bersimpati terhadap G-30S/PKI pada tanggal 18 Maret 1966. Keputusan ini dituangkan dalam Keputusan Presiden No. 5 tertanggal 18 Maret 1966. Untuk kelancaran tugas-tugas pemerintahan kemudian diangkat lima orang menteri koordinator (menko) ad intern yang bersama-sama menjadi presidium kabinet. Kelima Menko tersebut adalah : Sultan Hamengku Buwono IX, Adam Malik, Dr. Ruslan Abdulgani, Dr. K.H. Idham Cholid dan Dr. J. Leimena. Selain itu, juga diangkat beberapa orang menteri ad intern sebelum terbentuknya kabinet baru.
  3. Letjen Soeharto membersihkan MPRS dan lembaga negara lainnya dari unsur-unsur G-30S/PKI dan menetapkan peranan lembaga-lembaga itu sesuai dengan UUD 1945.


Contoh Pidato Sambutan Peringatan Supersemar

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Puji dan syukur yang kita panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan karunianya, dan tidak lupa shalawat serta salam kita curahkan kepada jujungan kita nabi Muhammad SAW kita dapat memperingati Hari Surat Perintah Sebelas Maret dimana hari ini merupakan hari bersejarah yang sangat penting dan mengingatkan kita kembali pada tanggal 11 maret bahwa Presiden Soekarno telah memerintahkan kepada Bapak Soeharto untuk mengambil pemerintahan sementara karena pada saat itu keamanan Indonesia sangat kacau dan genting, sehingga Surat perintah itu di buat dan juga lengser bapak Soekarno dari jabatannya sebagai presiden RI.

Saudara-saudara yang saya cintai Supersemar di buat sebagai bentuk perintah bapak Soekarno untuk melakukan pembubaran terhadap Partai Komunis Indonesia, dan menangkap beberapa menteri yang telah melakukan tindakan yang merugikan Negara dan serta mengawasi pemberitaan yang ada dimedia massa kepada Letjen Soeharto, karena PKI merupakan sebuah organisasi atau partai yang merugikan bangsa dan Negara kita yang telah membunuh para pahlawan dan pejuang kita, sehingga Surat Keputusan tersebut dibuat, dan dalam hari itu juga Soeharto menggeser kepresidenan dari Soekarno.

Saudara-saudara yang saya banggakan, Supersemar juga di peringati sebagai tonggak awal dari Orde Baru di bawah pimpinan Soeharto, dan setelah Supersemar dibuat dan di putuskan barulah PKI dan ormas-ormasnya di berantas dengan tuntas sehingga bangsa Indonesia tidak lagi mengalami kekacauan yang berkepanjangan. Dari semua yang dipaparkan bahwa kita dapat menyimpulkan bahwa Supersemar dibuat bukan hanya perintah untuk memberikan pengamanan, akan tetapi pemindahan kekuasaan pun menjadi salah satu hal yang dibuat dalam Supersemar tersebut.

Saudara-saudara yang saya banggakan itulah mengapa Supersemar dikeluarkan oleh Soekarno karena untuk memberikan pengamanan bagi bangsa Indonesia dan kita juga tahu tentang apa sebenarnya yang di tulisakan didalam Surat Perintah tersebut sebagai surat keputusan dari presiden kita Soekarno yang telah diambil alih oleh Bapak Soeharto.

Demikianlah uraian pidato yang dapat saya sampaikan untuk kalian semua dalam memperingati hari penting ini, sebagai Hari Surat Perintah Sebelas Maret yang jatuh setiap tanggal 11 maret, semoga pidato yang saya berikan bermanfaat dan bisa dijadikan sebagai bentuk pemahaman kita tentang suatu peristiwa yang sangat bersejarah ini, dan dengan hal tersebut kita memiliki semangat yang tinggi karena bangsa yang maju sudah tentu memiliki para pemuda yang memiliki sikap yang positif dan semangat dalam memajukan Tanah Airnya. Atas perhatiannya, saya ucapakan banyak terima kasih dan apabila ada salah-salah kata dalam meyampaikan pidato ini, mohon dimaaf kan.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Demikian artikel tentang Contoh Pidato Sambutan Peringatan Supersemar dan Sejarah Lengkap Lahirnya Surat Perintah 11 Maret 1966 yang sempat kami bagikan dan semoga apa yang kami bagikan ini dapat bermanfaat dan jangan lupa baca juga :