Puisi Lama: Pantun, Gurindam, Syair, Seloka, Mantra, Karmina, Talibun, Ghazal, Nazam, Bidal

Contohsuratku.net - Seuah artikel yang membahas mengenai berbagai pengertian, ciri-ciri, dan contoh Puisi Lama.

Pengertian Puisi Lama

Puisi Lama adalah puisi yang terikat dengan rima, atau jumlah baris yang kemudian padat makna. Rima sendiri merupakan bunyi akhiran yang tersusun. Untuk Pantun misalnya biasanya memiliki rima AB, AB dan memiliki jumlah baris yaitu empat. Adapun contoh puisi lama beserta jenis - jenisnya dapat anda pelajari di bawah ini.
Puisi Lama: Pantun, Gurindam, Syair, Seloka, Mantra, Karmina, Talibun, Ghazal, Nazam, Bidal
Puisi Lama: Pantun, Gurindam, Syair, Seloka, Mantra, Karmina, Talibun, Ghazal, Nazam, Bidal

Aturan  Puisi Lama

Terikat dengan jumlah baris, apakah 2, 4 atau lebih
Terikat dengan jumlah suku kata
Terikat dengan rima
Terikat aturan jumlah baris pada satu bait
Terikat dengan irama


Ciri - Ciri Puisi Lama

Puisi kerakyatan yang biasanya tidak dikenal siapa pengarangnya atau anonim
Tidak seperti puisi baru, puisi lama tersebar secara lisan sehingga masuk kedalam jenis sastra lisan
Tidak sebebas puisi baru yang sering mengabaikan aturan - aturan, puisi lama terikat pada aturan - aturan seperti persajakan, jumlah suku kata dan lain - lain.

Sedangkan Puisi Lama terdiri dari 10 Macam yaitu :

Pantun

Pantun adalah jenis puisi lama yang satu baitnya terdiri dari terdiri dari 2 sampiran dan 2 isi.

Ciri-ciri Pantun

Adapun ciri-ciri pantun sebagai berikut :
Setiap bait terdiri dari 4 baris
Baris 1 dan 2 sebagai sampiran
Baris 3 dan 4 sebagai isi
Bersajak a-b-a-b
Setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata
Berasal dari melayu


Contoh pantun

Contoh pantun :
Kalau ada jarum patah
Jangan dimasukkan dalam peti
Kalau ada kataku yang salah
Jangan dimasukkan dalam hati

Gurindam 

Gurindam, adalah sajak dua seuntai. Gurindam termasuk dalam jenis puisi lama.

Ciri-ciri gurindam

Baris pertama menyatakan isi kejadian
Baris kedua menjelaskan makna dari kalimat pertama
Rima dalam gurindam a-a,b-b

Contoh gurindam

Jika hendak mengenal orang berbangsa
Lihat kepada budi dan bahasa
Jika hendak mengenal orang yang berbahagia
Sangat memeliharakan yang sia-sia
Jika hendak mengenal orang mulia
Lihatlah pada kelakuan dia
Jika hendak melihat pada orang yang berilmu
Beratnya dan belajarlah tiada jemu
Jika hendak mengenal orang yang berakal
Di dalam dunia mengambil bekal

Syair 

Syair, adalah jenis puisi lama dalam pengertian umum yang mengungkapkan hati penulisnya.

Ciri-ciri syair

Merupakan puisi terikat
Bait syair merupakan bagian dari sebuah cerita yang panjang
Jumlah kata dalam satu baris tetap, yaitu 4-5 kata
Jumlah suku kata dalam satu baris tetap, yaitu 8-12 suku kata
Rimanya a-a-a-a atau a-b-a-b

Contoh syair

Diriku hina amatlah malang (a)
Padi ditanam tumbuhlah ilalang (a)
Puyuh di sangkar jadi ilalang (a)
Ayam ditambat disambar elang (a)

Seloka

Seloka adalah puisi yang berisikan pepatah maupun perumpamaan yang mengandung gurau, sindiran, bahkan ejekan. Seloka termasuk dalam jenis puisi lama.

Ciri-ciri seloka

Tiap bait terdiri 2 baris panjang
Tiap baris terdiri dari 18 suku kata
Isi bait saling berkaitan satu sama lain
Isinya petuah
Baris kedua pada bait terdahulu menjadi baris kesatu pada bait berikutnya
Baris keempat pada bait terdahulu menjadi baris ketiga pada bait berikutnya

Contoh seloka

Seganda gugur di halaman
Daun melayang masuk kulah
Dengan adinda minta berkenalan
Rindunya bukan ulah-ulah
Daun melayang masuk kulah
Batang berangan di tepi paya
Rindunya bukan ulah-ulah
Jangan tuan tidak percaya

Mantra

Mantra, adalah jenis puisi lama yang dianggap sakti dan mengandung tenaga gaib.

Ciri-ciri mantra

Berima akhir abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde
Bersifat lisan, sakti, atau magis
Adanya perulangan
Metafora merupakan unsur penting

Contoh mantra

Hai putri satulung besar
Yang beralun berilir simayan
Mari kecil, kemari
Aku menyanggul rambutmu
Aku membawa sadap gading
Akan membasuh mukamu

Karmina

Karmina adalah jenis puisi lama yang terdiri dari 2 baris dalam setiap baitnya untuk ungkapan secara langsung. Biasanya puisi karmina disebut sebagai puisi kilat.

Ciri-ciri karmina

Terdiri dari 2 baris
Bersajak a-a atau b-b
Bersifat epik, mengisahkan seorang pahlawan
Tidak memiliki sampiran, hanya memiliki isi
Semua baris diakhiri koma, kecuali baris keempat diakhiri titik
Mengandung dua hal yang bertentangan, yaitu rayuan dan perintah

Contoh karmina

Dahulu parang, sekarang besi (a)
Dahulu sayang, sekarang benci (a)

Talibun

Talibun adalah pantun yang jumlah baris dalam setiap baitnya lebih dari empat baris. Talibun termasuk jenis puisi lama.

Ciri-ciri talibun

Terdiri atas sampiran dan isi
Merupakan jenis puisi bebas
Isinya berdasarkan suatu perkara yaang diceritakan secara terperinci

Contoh talibun

Pasir bulan dalam perahu
Berlabuh tentang batu bara
Berkiawan lalu ke tepian
Ketika menghadap kemudinya
Kasih tuan hambalah tahu
Bagai orang menggenggam bara
Rasa hangat dilepaskan
Begitu benar malah dikiranya

Ghazal

Ghazal adalah jenis puisi lama yang mengandung unsur yang diulang-ulang.

Ciri-ciri ghazal

Terdiri dari 8 baris
Setiap baris berisi perihal asmara
Tiap baris berakhir dengan kata yang sama

Contoh ghazal

Maka kusalinlah garis-garis hujan
Ke dalam baris syair, ghazal hujan
Engkau yang riang menyanyikan dingin
mengulang refrain, hingga tinggal hujan
Engkau yang muram mengurung murung
merintih nafas, lalu suara sengal hujan
Diujung setiap gerimis, siulan angin
siapa hati kanak tak mengigal hujan
Buah buah jatuh, lebah kupu meneduh
dalam genang kenang, sepenggal hujan
Jiwaku, ada yang tak pernah basah padamu
sejak berjejal tak terurai dalam sesal hujan

Nazam

Nazam adalah jenis puisi lama yang sudah ada sejak 100 tahun yang lalu.

Ciri-ciri nazam

Terdiri dari 2 baris dalam 1 bait
Setiap baris terdiri dari 12 suku kata
Bersifat keagamaan, seperti memuji kebesaran tuhan

Contoh nazam

Aku mula nazam ini dengan nama
Allah yang memberi fahaman agama
Puji ini bagi Allah yang mulia
Lagi kekal ia lagi yang sedia

Bidal

Bidal adalah jenis puisi lama yang menggunakan bahasa kiasan untuk menggambarkan perasaan secara tidak langsung, sehingga orang lain yang mendengarkan harus mendalami dan meresapi arti serta maksudnya. (pepatah, ungkapan, perumpamaan, tamsil, ibarat, pemeo)

Ciri-ciri bidal

Bahasa berkiasan
Sebagai lambang suatu perbuatan
Kiasan yang berima atau bersajak

Contoh bidal

1)Buruk muka cermin dibelah
2)Anjing menyalak takkan menggigit
3)Soraknya seperti gunung runtuh

Demikian artikel dari kami tentang Puisi Lama: Pantun, Gurindam, Syair, Seloka, Mantra, Karmina, Talibun, Ghazal, Nazam, Bidal yang sempat kami bagikan pada kesempatan ini dan semoga apa yang kami bagikan ini dapat bermanfaat dan jangan lupa baca juga :