Contoh Pidato Sambutan HUT TNI 5 Oktober dan Sejarah Terbentuknya TNI

Contohsuratku.net - Salah satu Satuan Pertahanan Negara yang sangat penting peranannya dalam membela dan mempertahankan kedaulatan bangsa Indonesia adalah Tentara Nasional Indonesia, Wajar saja kalau setiap tahunnya selalu diperingati HUT TNI yang jatuh pada tanggal 5 Oktober. dan untuk memperingati momen penting ini berikut kami bagikan sebuah artikel tentang Contoh Pidato Sambutan HUT TNI 5 Oktober dan Sejarah Terbentuknya TNI Berikut ini :
Contoh Pidato Sambutan HUT TNI 5 Oktober dan Sejarah Terbentuknya TNI
Contoh Pidato Sambutan HUT TNI 5 Oktober dan Sejarah Terbentuknya TNI

Sejarah Terbentuknya TNI Indonesia

Sejarah Tentara Nasional Indonesia (TNI) dibentuk melalui perjuangan Indonesia untuk mempertahankan proklamasi kemerdekaan Indonesia dari ancaman Belanda yang ingin menjajah kembali Indonesia di kekuasaan melalui kekuatan senjata. TNI awalnya sebuahorganisasi bernama Badan Keamanan Rakyat (BKR). Kemudian pada 5 Oktober 1945 menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), dan kemudian dikonversi kembali ke Tentara Republik Indonesia(TRI).
Setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) pada bulan Desember 1949, Indonesia berubah menjadi federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Sejalan dengan membentuk Angkatan Bersenjata RIS (APRIS) yang merupakan gabungan antara TNI dan KNIL. Pada tanggal 17 Agustus 1950, Indonesia RIS dibubarkan dan kembali ke negara kesatuan, sehingga APRIS berganti nama menjadi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (APRI).
Pada tahun 1962, upaya penyatuan antara angkatan bersenjata dengan polisi negara menjadi sebuah organisasi yang disebut Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Penyatuan perintah dilakukan dengan tujuan untuk mencapai tingkat efektivitas dan efisiensi dalam menjalankan peran dan mempertahankan pengaruh kelompok politik tertentu

Pada tahun 1998 perubahan situasi politik di Indonesia. Perubahan juga mempengaruhi keberadaan angkatan bersenjata. Pada tanggal 1 April 1999 militer dan polisi secara resmi dipisahkan menjadi lembaga yang berdiri sendiri. Angkatan Bersenjata penunjukan sebagai tentara kembali ke militer, sehingga Panglima TNI Angkatan Bersenjata.

Periode Pembentukan (1945-1947)

Badan Keamanan Rakyat

Jenderal Sudirman, Panglima pertama dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.
Pada 22 Agustus 1945 Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dalam sebuah pertemuan yang memutuskan untuk membangun tiga mayat sebagai forum untuk menyalurkan potensi perjuangan rakyat. Tubuh ini adalah Komite Nasional Indonesia (KNI), Partai Nasional Indonesia(PNI) dan Badan Keamanan Rakyat (BKR).

BKR adalah bagian dari Korban Perang Keluarga Badan Helper (BPKKP) yang awalnya bernama Dewan Wakil tentara dan kemudian menjadi Deputi Badan Pertahanan (BPP). BPP sudah di era Jepang dan bertanggung jawab untuk menjaga kesejahteraan anggota tentara Negara Pertahanan(PETA) dan Heiho.

Pada 18 Agustus 1945 Jepang membubarkan PETA dan Heiho. Tugas untuk mengakomodasi mantan anggota PETA dan Heiho ditangani oleh BPKKP. Dalam pembentukan BKR adalah sebuah perubahan dari hasil eksperimen PPKI pada 19 Agustus 1945 memutuskan untuk mendirikan Tentara Nasional.

Pembentukan BKR diumumkan oleh Presiden pada tanggal 23 Agustus 1945. Dalam sambutannya, ia meminta pemuda PETA, Heiho, Kaigun Heiho, dan pemuda lainnya untuk sementara bekerja dalam bentuk BKR dan bersiap-siap untuk dipanggil ke nasional tentara tentara jika saatnya.

Karena pada saat itu komunikasi sulit, tidak semua daerah di Indonesia untuk mendengar pidato Presiden Soekarno. Sebagian besar daerah yang mendengar Jawa. Sementara tidak semua pulau Sumatera mendengar. Bagian timur Sumatera dan Aceh tidak mendengarnya.

Meskipun tidak mendengar pemuda di berbagai bagian Sumatera membentuk organisasi yang akan menjadi inti dari pembentukan tentara. Pemuda Aceh Indonesia mendirikan Angkatan Pemuda (API), di Palembang membentuk BKR, tetapi dengan nama lain, yaitu Garda Rakyat Keamanan (PKR) atau Badan Penjaga Keamanan Rakyat (BPKR).


Tentara Keamanan Rakyat

Jepang menyerah kepada pasukan sekutu menyebabkan kedatangan pasukan Inggris ke Indonesia, yang digunakan oleh tentara Belanda untuk kembali ke Indonesia. Situasi ini menjadi awal yang tidak aman. Oleh karena itu, pada tanggal 5 Oktober 1945, Pemerintah RI mengeluarkan sebuah keputusan membentuk tentara nasional bernama Tentara Keamanan Rakyat.

Pemerintah memanggil mantan KNIL Mayor Oerip Soemohardjo ke Jakarta. Wakil Presiden Dr (HC) Drs Mohammad Hatta diangkat sebagai Kepala Staf Umum TKR dengan pangkat Letnan Jenderal dan diberi tugas membentuk pasukan tentara. Pada saat itu Markas Utama TKR berada di Yogyakarta.

Presiden Soekarno pada tanggal 6 Oktober 1945, mengangkat Suprijadi, PETA tokoh pemberontakan di Blitar untuk menjadi Menteri Keamanan Rakyat dan Pemimpin Tertinggi TKR. Tapi dia tidak pernah muncul sampai awal November 1945, sehingga TKR tidak memiliki pemimpin tertinggi.

Untuk mengatasi hal ini, maka pada 12 November 1945 TKR Konferensi yang diselenggarakan di Yogyakarta, yang dipimpin oleh Kepala Staf Umum Letjen Oerip Sumohardjo TKR. Hasil dari konferensi adalah pemilihan sebagai Pemimpin Tertinggi Kolonel Sudirman TKR. Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 18 Desember 1945 mengangkat pejabat Komandan Kolonel Sudirman menjadi TKR, dengan pangkat Jenderal.

Menjadi Tentara Keselamatan Rakyat

Untuk memperluas fungsi tentara dalam membela kebebasan dan keamanan rakyat Indonesia, pada 7 Januari 1946 pemerintah mengeluarkan Keputusan Pemerintah No.2 / SD 1946 mengubah nama Tentara Keamanan Rakyat menjadi Tentara Keselamatan Rakyat. Kemudian nama Departemen Keamanan Rakyat berganti nama menjadi Departemen Pertahanan.
TKR Agung Markas mengeluarkan pengumuman yang dimulai pada tanggal 8 Januari 1946, nama ini diubah untuk Angkatan Darat Tentara Keamanan Rakyat Keselamatan Rakyat.

Tentara Republik Indonesia

Untuk meningkatkan organisasi tentara sesuai dengan standar militer internasional, maka pada 26 Januari 1946 pemerintah mengeluarkan pemberitahuan tentang penggantian nama dari Bala Keselamatan Rakyat menjadi Tentara Republik Indonesia. Maklumat ini dikeluarkan melalui Keputusan Pemerintah 4 / SD 1946.

Untuk mencapai seorang prajurit yang sempurna, pemerintah membentuk sebuah komite yang disebut Komite Pelaksanaan Organisasi Angkatan Darat. Beberapa panitia adalah Oerip Soemohardjo Letnan dan Commodore Suryadarma.

Pada 17 Mei 1946 panitia mengumumkan hasil kerjanya, seperti desain dan bentuk Kementerian Pertahanan dan Tentara, kekuatan dan organisasi, transisi dari TKR ke TRI dan posisi kamp dan garis serta instansi berjuang dari orang orang.

Presiden Soekarno pada 25 Mei 1946 akhirnya melantik perwira dan Markas Jenderal Departemen Pertahanan. Pada upacara peresmian Jenderal Sudirman bersumpah untuk mewakili semua anggota tentara yang dilantik.

Tentara Nasional Indonesia

Upaya untuk meningkatkan tentara terus dilakukan oleh Pemerintah Indonesia pada saat itu. Jumlah orang kamp dan lembaga berjuang, kurang menguntungkan bagi perjuangan kemerdekaan. Seringkali ada kesalahpahaman antara perjuangan TRI dengan tubuh orang lain.

Untuk mencegah kesalahpahaman, pemerintah berupaya untuk menyatukan perjuangan TRI dengan entitas lain. Pada 15 Mei 1947 Presiden Republik Indonesia mengeluarkan penetapan TRI unifikasi dengan lembaga dan tentara paramiliter berjuang dalam satu organisasi.

Pada tanggal 3 Juni 1947 Presiden meresmikan penyatuan TRI dengan perjuangan paramiliter ke dalam wadah tentara nasional dengan nama Tentara Nasional Indonesia. Presiden juga menetapkan komposisi tertinggi militer. Kepala angkatan bersenjata Jenderal Soerdiman ditunjuk sebagai Kepala pimpinan TNI Shoots anggota adalah Letnan Jenderal Oerip Sumohardjo, Laksamana Nazir, Commodore Suryadarma, Sutomo Mayor Jenderal, Mayor Jenderal Ir. Sakirman, dan Mayor Jenderal Jokosuyono.

Dalam ketentuan ini juga menyatakan bahwa semua unit Angkatan Bersenjata dan unit paramiliter berubah menjadi militer, harus memenuhi semua perintah dan tunduk pada instruksi yang dikeluarkan oleh tunas pemimpin militer (TNI)


Contoh Pidato Hut TNI

Pidato HUT TNI yang Pertama

Assalamu'alaikum Wr.Wb
Bapak-bapak, ibu-ibu serta para hadirin sekalian yang berbahagia!
Pada pagi yang cerah ini kita semuanya telah diberi nikmat dan karunia oleh Allah SWT. Sehingga pada pagi hari yang cerah ini pula kita semua dapat berkumpul di tempat ini dalam rangka memperingati Hari Besar Nasional yaitu Hari Angkatan Bersenjata. Tepatnya pada tanggal 5 oktober seluruh bangsa Indonesia khususnya anggota ABRI telah memperingati hari lahirnya kekuatan ABRI sebagai tulang punggung negara Republik Indonesia. Peringatan Hari Angkatan Bersenjata ini tidak hanya diperingati oleh anggota ABRI beserta keluarganya saja, akan tetapi seluruh bangsa Indonesia juga harus ikut andil dalam Peringatan hari ABRI yang ke .......... tahun ...... ini. Karena ABRI itu adalah rakyat Indonesia yang lahirnya dari rakyat dan untuk rakyat.

Hadirin sekalian yang berbahagia!
Memang ABRI itu lahir dari kancah pergolakan/perjuangan rakyat dalam membela dan mempertahankan tanah air untuk merebut kemerdekaan. Dan memang ABRI itu lahirnya dari rakyat dan kembalinya untuk rakyat. Untuk itu ABRI siap membantu dan meringankan beban rakyat, karena keberadaanya ABRI itu menyatu dengan rakyat. Oleh karena itu janganlah kita takut dengan aparat negara tersebut, karena aparat pun tidak ingin untuk ditakuti rakyat. Karena memang tugasnya mereka adalah menjaga keamanan rakyat, menjaga ketentraman rakyat dan sekaligus menjadi pengayom rakyat. Atau dengan istilah sekarang, TNI sebagai stabilisator dan dinamisator perjuangan bangsa. Mengingat perannnya yang demikian itulah maka ABRI akan lebih baik banyak berbuat/berkarya untuk kepentingan rakyat.

Untuk itu, dalam memperingati Hari Angkatan Bersenjata tanggal 5 Oktober tahun ini. Perkenankanlah kami akan mengingatkan kembali DELAPAN WAJIB TNI, agar benar-benar citra ABRI ditengah-tengah masyarakat tetap dikenang sebagai pengayom rakyat.

DELAPAN WAJIB ABRI itu antara lain sebagai berikut :
  1. Bersikap ramah tamah terhadap rakyat
  2. Bersikap sopan santun terhadap rakyatnya
  3. Menjungjung tinggi kehormatan wanita
  4. Menjaga kehormatan diri di muka umum
  5. Senantiasa menjadi contoh dalam sikap dan kesederhanaanya
  6. Tidak sekali-kali merugikan rakyat
  7. Tidak sekali-kali menakut-nakuti dan menyakiti hati rakyat
  8. Menjadi contoh dan mempelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya

Dan selanjutnya pada kesempatan ini pula kami ingatkan kembali azas-azas kepemimpinan TNI, yang jumlahnya ada 11, yaitu:
  1. TAQWA
  2. ING NGARSO SUNG TULODO
  3. ING MADYO MANGUN KARSO
  4. TUT WURI HANDAYANI
  5. WASPADA PURBA WISESA
  6. AMBEG PARAMA ARTA
  7. PRASAJA
  8. SATYA
  9. GEMI NASTITI
  10. BELAKA
  11. LEGAWA

Hadirin sekalian yang berbahagia!
Dalam peringatan Hari Angkatan Bersenjata ini yang ke ......... tahun ini kami sampaikan dengan ucapan DIRGAHAYU INDONESIA, DIRGAHAYU HUT RI. Semoga Tuhan YME selalu memberikan kekuatan lahir dan batin kepada TNI kita khususnya dan kepada seluruh bangsa Indonesia pada umumnya, untuk bersama-sama berpartisipasi dalam membangun Negara dan Bangsa Indonesia yang berdasar kepada Pancasila dan UUD 1945. Semoga Alloh meridhoi perjuangan kita semua.. Amin

Akhirul kalam wabillaahit taufiq walhidayat war ridloo wal inaayat. Wassalamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuhu


Pidato HUT TNI yang Kedua

Assalamualaikum Wr Wb
Pertama kali saya ingin mengatakan rasa sukur yang sangat besar dan tidak terhingga untuk yang Maha Kuasa Allah SWT yang merupakan penguasa isi alam semesta ini. Sehingga membuat hari ini menjadi hari yang penuh berkah dimana kita dapat bersama sama berkumpul dalam rangka peringatan hari HUT TNI angatan Udara.

Para hadirin sekalian yang saya hormati dan saya banggakan, hari ini adalah tepat dimana diperingatinya HUT TNI angkatan udara yang ke ke 67.

Selanjutnya para hadirin yang saya banggakan, sudah kita ketahui bahwa keberadaan TNI memang memberikan arti yang sangat penting sekali bagi ketahanan nasional dan juga keamanan tanah air tercinta. Hal ini di buktikan dengan keberadaannya yang telah ada yakni di bentuk pada awal yang di namakan BKR atau badan keamanan nasional pada tanggal 23 Agustus 1945, yakni setelah bangsa kita menjadi bangsa yang merdeka.

Dengan begitu penting dan berartinya TNI sendiri bagi Kita yang ada disini dan yang tersebar di seluruh negeri maka kita harus terus mengapresiasi apa yang telah di buat dan di lakukan oleh para tentara Nasional angkatan Udara.

Sudah di ketahui semua, bahwa saat ini banyak sekali ancaman ancaman yang mungkin saja banyak muncul baik dari darat, laut, dan bahkan udara yang mana serangan udaralah yang di nyatakan sebagai serangan yang sangat berbahaya. Ini bukan hanya omong kosong para hadirin sekalian, Anda sekalian bisa melihat kondisi yang sangat memperihatinkan sekali yakni terjadi pada rakyat palestine yang mengalami gempuran habis habisa lewat serangan darat. Dengan begitu para hadirin sekalian sangat penting sekali untuk memeprsiapkan diri sejak dini karena apabila tidak, bukan hal yang tidak mungkin bangsa kita pun bisa ikut ikutan jadi korban selanjutnya.

Terus bagaimana cara mengantisipasinya para hadirin sekali, penting untuk pemerintah menambah armada penerbangan dengan teknologi yang canggih dan serta di dukung pula dengan awak yang profesional dan cakap di bidang penerbangan. Sehingga bisa menjadi satu kesatuan yang utuh dan solid.
Namun, pertanyaan yang sangat menggelitik adalah sudahkah itu terwujud semua, ya silahkan saja liat berbagai berita yang ada di layar kaca banyak sekali hal hal yang belum dapat di penuhi padahal itu bersifat yang sangat urgent sekali yakni kurangnya armada pesawat terbang dan juga fasilitas yang lainnya.

Sehingga para hadirin sekalian, ini layaknya sebuah ironi ketika ingin menjadi kuat namun tidak di penuhi dulu apa yang menjadi alatnya.
Para hadirin sekalian, dengan luas wilayah negeri Indonesia yang terpisah dengan laut maka armada ini penting sekali untuk di penuhi dan di lengkapi. Oleh karenanya sebaiknya, pemerintah dapat mengambil kebijakan yang konkret mengenai apa yang mereka ingin lakukan terhadap TNI angakatan darat untuk menjadi lebih berwibawa, kuat sehingga dapat di segani oleh banyak negara yang tersebar di seluruh dunia.

Saya akhiri penyampian pidato hari ini, semoga dapat memberikan wawasan dan cakrawala baru, jika ada kata kata yang salah selama penyampaian saya mohon maf dan kepada tuhan saya mohon ampun
Wasalamu allikum wr wb


Pidato HUT TNI yang Ketinga

Wassalamu ‘alaikum warohmatullohi wabarokatuh.
Saudar-saudara sebangsa dan setanah air, khusunya warga ABRI yang berbahagia.!
Dengan rahmat, hidayah dan inayah dari Tuhan Yang Maha Esa, kita pada hari ini dan detik ini kitab bersama-sama memperingati hari angkatan bersenjata. Pada hari ini tanggal 5 oktober  kita bersama ikut menyambut HUT ABRI yang ke-..... yakni hari kelahiran TNI pada tanggal 4 oktober.

Sebagaimana yang telah kita maklumi bahwa tanggal 5 Oktober 1945, secara resmi Badan Keamanan disahkan sebagai Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang kemudian disebut dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), yang terdiri dari Angkatan-angkatan Darat, Laut dan Udara.

Hendaknya diketahui bahwa ABRI tidak lain adalah rakyat Indonesia ABRI terdiri dari rakyat, berasal dari rakyat dan bekrtja untuk kepentingan rakyat. Ini merupakan salah satu ciri khas dari ABRI bangsa kita yang berbeda dengan angkatan bersenjata bangsa lain.

Dengan demikian, Abri dan rakyat adalah menunggal, tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Inilah sebabnya mengapa kita bangsa Indonesia mampu mengusir penjajah dari bumi pertiwi Indonesia. Selanjutnya kita mampu mempertahankan kemerdekaan yang kita peroleh dan yang kita cintai ini. Ini semua berkat kerja sama yang baik serta menunggalnya ABRI dengan rakyat.

Kita masih ingat, pada waktu perang kemerdekaan I dan II ABRI bersama-sama rakyat berperang gerilya terhadap Belanda, rakyat desa dengan penuh pengertian membantu ABRI. Merka memberi makan ABRI, memberi tempat tinggal, bahkat ikut serta mengangkat peralatan perang,. Akhirnya, Belanda terusir dari bumi Indonesia.

Oleh karena itu, menunggaknya ABRI dan rakyat ini harus kita pupuk dan kita bina dengan sebaik-baiknya dan kita kembangkan ke arah yang lebih baik lagi, ABRI demi cita-citanya yang luhur.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air!
Dalam masa orde baru, ABRI bersama-sama rakyat mempelopori pembangunan Indonesia. ABRI terjun ketengah-tengah masyarakat dan berpartisifasi dalam melaksanakan pembangunan. Hasilnya seperti yang kita rasakan pada dewasa ini, misalnya terbuatnya jembatan, jalan raya dan lain-lain. Karena secara historis jelas sekali betapa intimnya hubungan ABRI dengan rakyat, maka secara historis juga ABRI memiliki DWI FUNGSI yaitu sebagai kekuatan Hankam (pertahanan keamanan) dan fungsinya sebagai kekuatan Sosial Politik.

Dengan demikian sudah selayaknya apabila kita meletakan penilaian yang wajar, bahwa ABRI yang prajurit pancasilais dan sapta margaris berfungsi sebagai pengamanan, pendorong dalam kehidupan kita.

Sekarang tibalah saatnya pada tahun ....... terlalu banyak kita mengenyam penglaman-pengalamannya yang amatberharga serta lecutan-lecutan yang meneguhkan iman dan mental kita yang merupakan bekal untuk melanjutkan perjuangan kita.
Demikianlah sepatah dua kata yang dapat kami sampaikan pada kesempatan ini, mudah-mudahan ada manfaatnya bagi kita semua.

Dan akhirnya kami ucapkan selamat HUT ABRI yang ke....... Dirgahayu ABRI kita. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melimpahkan karunia rahmat taufik serta hidayahnya kepada kita saklian. Terimakasih

Wassalamu ‘alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Demikian artikel dari kami tentang Contoh Pidato Sambutan HUT TNI 5 Oktober dan Sejarah Terbentuknya TNI yang sempatkami bagikan pada kesempatan ini dan semoga bermanfaat dan jangan lupa baca juga :