Contoh Pidato Sambutan HUT & Sejarah Singkat Sumpah Pemuda 28 Oktober

Contohsuratku.net  - Salah satu momen peling bersejarah dan amat berharga bagi Indonesia adalah peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1982, oleh karena itu sepatutnya sebagai bagsa yang merdeka saat ini tak boleh melupakan hal ini :

Sumpah Pemuda 28 Oktober 1982

Sumpah pemuda adalah salah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan bangsa Indonesia. ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia. yang dimaksud dengan sumpah pemuda ialah adalah keputusan kongres pemuda kedua yang diselenggarakan dua hari 27-28 oktober 1928 di Batavia (Jakarta).

Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada tanah air Indonesia, bangsa Indonesia dan bahasa indonesia. keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap perkumpulan kebangsaan Indonesia dan agar disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan. Nah dan dalam blog yang sederhana ini saya akan sedikit menuliskan sejarah sumpah pemuda 28 oktober 1928. Berikut ini adalah ulasannya.
Contoh Pidato Sambutan HUT & Sejarah Singkat Sumpah Pemuda  28 Oktober
Contoh Pidato Sambutan HUT & Sejarah Singkat Sumpah Pemuda  28 Oktober 

Sejarah Sumpah Pemuda 

Peristiwa sejarah Soempah Pemoeda atau Sumpah Pemuda merupakan suatu pengakuan dari Pemuda-Pemudi Indonesia yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 hasil rumusan dari Kerapatan Pemoeda-Pemoedi atau Kongres Pemuda II Indonesia yang hingga kini setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda.

Kongres Pemuda II dilaksanakan tiga sesi di tiga tempat berbeda oleh organisasi Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) yang beranggotakan pelajar dari seluruh wilayah Indonesia. Kongres tersebut dihadiri oleh berbagai wakil organisasi kepemudaan yaitu Jong Java, Jong Batak, Jong, Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, dsb serta pengamat dari pemuda tiong hoa seperti Kwee Thiam Hong, John Lauw Tjoan Hok, Oey Kay Siang dan Tjoi Djien Kwie. 

Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat.
Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng). Dalam sambutannya, ketua PPPI Sugondo Djojopuspito berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan

Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.

Pada rapat penutup, di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106, Sunario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.


Daftar Nama-nama Penitia Konres Pemuda

Adapun Panitia Kongres Pemuda terdiri dari :

  • Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)
  • Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
  • Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
  • Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
  • Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
  • Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
  • Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)
  • Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)
  • Pembantu V : Rochjani Soe'oed (Pemoeda Kaoem Betawi)

Peserta Kongres Pemuda

Adapun peserta Konres Pemuda terdiri dari :

  • Abdul Muthalib Sangadji
  • Purnama Wulan
  • Abdul Rachman
  • Raden Soeharto
  • Abu Hanifah
  • Raden Soekamso
  • Adnan Kapau Gani
  • Ramelan
  • Amir (Dienaren van Indie)
  • Saerun (Keng Po)
  • Anta Permana
  • Sahardjo
  • Anwari
  • Sarbini
  • Arnold Manonutu
  • Sarmidi Mangunsarkoro
  • Assaat
  • Sartono
  • Bahder Djohan
  • S.M. Kartosoewirjo
  • Dali
  • Setiawan
  • Darsa
  • Sigit (Indonesische Studieclub)
  • Dien Pantouw
  • Siti Sundari
  • Djuanda
  • Sjahpuddin Latif
  • Dr.Pijper
  • Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken)
  • Emma Puradiredja
  • Soejono Djoenoed Poeponegoro
  • Halim
  • R.M. Djoko Marsaid
  • Hamami
  • Soekamto
  • Jo Tumbuhan
  • Soekmono
  • Joesoepadi
  • Soekowati (Volksraad)
  • Jos Masdani
  • Soemanang
  • Kadir
  • Soemarto
  • Karto Menggolo
  • Soenario (PAPI & INPO)
  • Kasman Singodimedjo
  • Soerjadi
  • Koentjoro Poerbopranoto
  • Soewadji Prawirohardjo
  • Martakusuma
  • Soewirjo
  • Masmoen Rasid
  • Soeworo
  • Mohammad Ali Hanafiah
  • Suhara
  • Mohammad Nazif
  • Sujono (Volksraad)
  • Mohammad Roem
  • Sulaeman
  • Mohammad Tabrani
  • Suwarni
  • Mohammad Tamzil
  • Tjahija
  • Muhidin (Pasundan)
  • Van der Plaas (Pemerintah Belanda)
  • Mukarno
  • Wilopo
  • Muwardi
  • Wage Rudolf Soepratman
  • Nona Tumbel

Rumusan Sumpah Pemuda

Rumusan Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada sebuah kertas ketika Mr. Sunario, sebagai utusan kepanduan tengah berpidato pada sesi terakhir kongres. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin

Isi Dari Sumpah Pemuda Hasil Kongres Pemuda Kedua adalah sebagai berikut :
PERTAMA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Indonesia).

KEDOEA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa Yang Satu, Bangsa Indonesia).

KETIGA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia).

Dalam peristiwa sumpah pemuda yang bersejarah tersebut diperdengarkan lagu kebangsaan Indonesia untuk yang pertama kali yang diciptakan oleh W.R. Soepratman. Lagu Indonesia Raya dipublikasikan pertama kali pada tahun 1928 pada media cetak surat kabar Sin Po dengan mencantumkan teks yang menegaskan bahwa lagu itu adalah lagu kebangsaan. Lagu itu sempat dilarang oleh pemerintah kolonial hindia belanda, namun para pemuda tetap terus menyanyikannya.

Apabila kita ingin mengetahui lebih lanjut mengenai banyak hal tentang Sumpah Pemuda kita bisa menunjungi Museum Sumpah Pemuda yang berada di Gedung Sekretariat PPI Jl. Kramat Raya 106 Jakarta Pusat. Museum ini memiliki koleksi utama seperti biola asli milik Wage Rudolf Supratman yang menciptakan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta foto-foto bersejarah peristiwa Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 yang menjadi tonggak sejarah pergerakan pemuda-pemudi Indonesia.


Pidato Sumpah Pemuda Sebagai Momen Bersejarah Bangsa Indonesia

Berikut ini kami bagikan beberapa pidato Sumpah Pemuda 28 Oktober :

Pidato Dr. Ir. H. Soekarno Pada Peringatan HUT Sumpah Pemuda

“Saudara-saudara,

Djuga sadja pernah tjeritakan dinegara-negara Barat itu hal artinja manusia, hal artinja massa, massa.

Bahwa dunia ini dihidupi oleh manusia. Bahwa manusia didunia ini, Saudara-saudara, “basically” – pada dasar dan hakekatnja – adalah sama; tidak beda satu sama lain. Dan oleh karena itu manusia inilah jang harus diperhatikan. Bahwa massa inilah achirnja penentu sedjarah, “The Makers of History”. Bahwa massa inilah jang tak boleh diabaikan ~ dan bukan sadja massa jang hidup di Amerika, atau Canada, atau Italia, atau Djerman, atau Swiss, tetapi massa diseluruh dunia.

Sebagai tadi saja katakan: Bahwa “World Prosperity”, “World Emancipation”, “World Peace”, jaitu kekajaan, kesedjahteraan haruslah kekajaan dunia : bahwa emansipasi adalah harus emansipasi dunia; bahwa persaudaraan haruslah persaudaraan dunia ; bahwa perdamaian haruslah perdamaian dunia ; bahwa damai adalah harus perdamaian dunia, berdasarkan atas kekuatan massa ini.

Itu saja gambarkan, saja gambarkan dengan seterang-terangnja. Saja datang di Amerika,- terutama sekali di Amerika – Djerman dan lain-lain dengan membawa rombongan. Rombongan inipun selalu saja katakan : Lihat, lihat , lihat, lihat!! Aku jang diberi kewadjiban dan tugas untuk begini : Lihat, lihat, lihat!! – Aku membuat pidato-pidato, aku membuat press-interview, aku memberi penerangan-penerangan; aku jang berbuat, “Ini lho, ini lho Indonesia, ini lho Asia, ini lho Afrika!!”

Saudara-saudara dan rombongan : Buka mata, Buka mata! Buka otak! Buka telinga!
Perhatikan, perhatikan keadaan! Perhatikan keadaan dan sedapat mungkin tjarilah peladjaran dari pada hal hal ini semuanja, agar supaja saudara saudara dapat mempergunakan itu dalam pekerdjaan raksasa kita membangun Negara dan Tanah Air.

Apa jang mereka perhatikan, Saudara-saudara? Jang mereka harus perhatikan, bahwa di negara-negara itu – terutama sekali di Amerika Serikat – apa jang saja katakan tempoh hari disini ” Hollandsdenken ” tidak ada.

“Hollands denken” itu apa? Saja bertanja kepada seorang Amerika. Apa “Hollands denken” artinja, berpikir secara Belanda itu apa? Djawabnja tepat Saudara-saudara “That is thinking penny-wise, proud, and foolish”, katanja.

“Thinking penny-wise, proud and foolish”. Amerika, orang Amerika berkata ini, “Thinking penny-wise” artinja Hitung……..satu sen……..satu sen……..lha ini nanti bisa djadi dua senapa `ndak?…….. satu sen……..satu sen……… “Thinking penny-wise”………”Proud” : congkak, congkak, “Foolish” : bodoh.

Oleh karena akhirnja merugikan dia punja diri sendirilah, kita itu, Saudara-saudara, 350 tahun dicekoki dengan “Hollands denken” itu. Saudara-saudara, kita 350 tahun ikut-ikut, lantas mendjadi orang jang berpikir “penny-wise, proud and foolish”.

Jang tidak mempunjai “imagination”, tidak mempunjai konsepsi-konsepsi besar, tidak mempunjai keberanian – Padahal jang kita lihat di negara-negara lain itu, Saudara-saudara, bangsa bangsa jang mempunjai “imagination”, mempunjai fantasi-fantasi besar: mempunjai keberanian ; mempunjai kesediaan menghadapi risiko ; mempunjai dinamika.

George Washington Monument misalnja, tugu nasional Washington di Washington, Saudara-saudara : Masja Allah!!! Itu bukan bikinan tahun ini ; dibikin sudah abad jang lalu, Saudara-saudara. Tingginja! Besarnja! Saja kagum arsiteknja jang mempunjai “imagination” itu, Saudara-saudara.

Bangsa jang tidak mempunjai : imagination” tidak bisa membikin Washington Monument. Bangsa jang tidak mempunjai “imagination”………ja, bikin tugu, ja “rongdepo”, Saudara-saudara. Tugu “rong depo” katanja sudah tinggi, sudah hebat.

“Pennj-wise” tidak ada, Saudara-saudara. Mereka mengerti bahwa kita – atau mereka – djikalau ingin mendjadi satu bangsa jang besar, ingin mendjadi bangsa jang mempunjai kehendak untuk bekerdja, perlu pula mempunjai “imagination”,: “imagination” hebat, Saudara-saudara.

Perlu djembatan? Ja, bikin djembatan……tetapi djangan djembatan jang selalu tiap tiap sepuluh meter dengan tjagak, Saudara-saudara, Ja , umpamanja kita di sungai Musi…….Tiga hari jang lalu saja ini ditempatnja itu lho Gubernur Sumatera Selatan – Pak Winarno di Palembang – Pak Winarno, hampir hampir saja kata dengan sombong, menundjukkan kepada saja “ini lho Pak! Djembatan ini sedang dibikin, djembatan jang melintasi Sungai Musi” – Saja diam sadja -”Sungai Ogan” – Saja diam sadja, sebab saja hitung-hitung tjagaknja itu. Lha wong bikin djembatan di Sungai Ogan sadja kok tjagak-tjagakan !!

Kalau bangsa dengan “imagination” zonder tjagak, Saudara-saudara !!
Tapi sini beton, tapi situ beton !! Satu djembatan, asal kapal besar bisa berlalu dibawah djembatan itu !! Dan saja melihat di San Fransisco misalnja, djembatan jang demikian itu ; djembatan jang pandjangnja empat kilometer, Saudara-saudara ; jang hanja beberapa tjagak sadja.

Satu djembatan jang tinggi dari permukaan air hingga limapuluhmeter; jang kapal jang terbesar bisa berlajar dibawah djembatan itu. Saja melihat di Annapolis, Saudara-saudara, satu djembatan jang lima kilometer lebih pandjangnja, “imagination”, “imagination” “imagination”!!! Tjiptaan besar!!!

Jembatan raksasa Golden Gate di San Francisco,
sudah berdiri sejak tahun 1937
Kita jang dahulu bisa mentjiptakan tjandi-tjandi besar seperti Borobudur, dan Prambanan, terbuat dari batu jang sampai sekarang belum hancur ; kita telah mendjadi satu bangsa jang kecil djiwanja, Saudara-saudara!! Satu bangsa jang sedang ditjandra-tjengkalakan didalam tjandra-tjengkala djatuhnja Madjapahit, sirna ilang kertaning bumi!! Kertaning bumi hilang, sudah sirna sama sekali. Mendjadi satu bangsa jang kecil, satu bangsa tugu “rong depa”.

Saja tidak berkata berkata bahwa Grand Canyon tidak tjantik. Tapi saja berkata : Tiga danau di Flores lebih tjantik daripada Grand Canyon. Kita ini, Saudara-saudara, bahan tjukup : bahan ketjantikan, bahan kekajaan. Bahan kekajaan sebagai tadi saja katakan : “We have only scratched the surface ” – Kita baru `nggaruk diatasnja sadja.

Kekajaan alamnja, Masja Allah subhanallahu wa ta’ala, kekajaan alam. Saja ditanja : Ada besi ditanah-air Tuan? – Ada, sudah ketemu :belum digali. Ja, benar! Arang-batu ada, Nikel ada, Mangan ada, Uranium ada. Percajalah perkataan Pak Presiden. Kita mempunjai Uranium pula.

Kita kaja, kaja, kaja-raja, Saudara-saudara : Berdasarkan atas “imagination”, djiwa besar, lepaskan kita ini dari hal itu, Saudara-saudara.

Gali ! Bekerdja! Gali! Bekerdja! Dan kita adalah satu tanah air jang paling cantik di dunia.

Contoh Pidato Sumpah Pemuda 28 Oktober

Berikut contoh pidato atau sambutan buat HUT Sumpah Pemuda 28 Oktober :

Contoh Pidato HUT Sumpah Pemuda yang Pertama

Asslamualaikum wr. wb
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua.
Yang terhormat Bapak ( .......................................... )
Yang terhormat ( .......................................... )
Yang terhormat bapak, ibu guru beserta seluruh staff 
Dan Teman – teman yang saya cintai

Sebelumnya marilah kita mengucapkan rasa syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT karena atas berkah rahmat, dan inayahnya lah kita semua masih bisa berkumpul bersama – sama dengan kondisi sehat dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda di pagi yang cerah ini. 

Selain itu, shalawat serta salam marilah kita sampaikan kepada nabi besar yang telah menyelamatkan kita dari jurang kebodohan, Nabi Muhammad SAW. Semoga kita menjadi salah satu orang yang diberikan syafaat olehnya di Yaumil Akhir kelak amin.

Hadirin yang berbahagia,
Delapan puluh tujuh tahun yang lalu, tepatnya 28 oktober 1928 terjadilah suatu hari yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia. Hari tersebut juga telah menentukan nasib bangsa ini sehingga Negara ini menjadi Negara yang merdeka seperti saat ini. Delapan puluh tujuh tahun yang lalu, pemuda – pemuda dari beberapa daerah di Indonesia berkumpul dalam satu tempat dengan satu tujuan yang sama. 

Perkumpulan tersebut dinamakan dengan kongres pemuda dan menghasilkan sebuah sumpah yang sangat penting bagi bangsa ini, yaitu sumpah pemuda. Yang berbunyi :

  • KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA
  • KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA
  • KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA


Sumpah pertama mengikrarkan bahwa seluruh pemuda Indonesia bersaksi bahwa Indonesia adalah tanah air mereka. Sumpah yang kedua menyatakan bahwa kita adalah bangsa Indonesia dan yang terakhir menyatakan bahwa bahasa kita adalah satu, yaitu bangsa Indonesia.  

Sumpah inilah yang menjadi tonggak perjuangan bangsa kita. Dengan lahirnya sumpah ini, semua pemuda Indonesia bersatu untuk melawan penjajah. 

Hadirin yang berbahagia,
Apa yang telah dilakukan oleh para pendahulu kita sangatlah penting untuk diteladani. Mereka sadar bahwa kaum mudalah yang akan menentukan nasib bangsa ini. Coba bayangkan jika mereka tidak bersatu untuk melawan para penjajah, pasti saat ini juga kita masih berada di dalam cengkraman penjajah. 

Untuk itulah kita sebaga pemuda harus meneruskan semangat persatuan mereka. Saat ini kita tidak perlu lagi mengangkat senjata, tetapi hanya dengan mengisi kemerdekaan ini saja. Namun sebenarnya, tugas kita ini pun bisa menjadi sulit karena pepatah yang mengatakan bahwa mempertahankan lebih sulit daripada mendapatkan. 

Oleh karena itu, sebagai pemuda yang hidup di jaman ini jangan sampai kita terlena dengan kemerdekaan yang telah tercapai. Justru, kita harus lebih bersemangat lagi untuk membawa nama baik Indonesia ke kancah internasional dengan cara berprestasi.

Hadirin yang berbahagia, 
Pentingnnya peran pemuda ini bahkan diakaui sendiri oleh presiden pertama kita, Soekarano yang berkata, “beri aku sepuluh pemuda maka aku akan mengguncang dunia.” Statemen tersebut menunjukan betapa besar peran pemuda bagi kehidupan sebuh bangsa.

Oleh karena itu, di momen peringatan hari sumpah pemuda ini marilah kita kembali menyonsong semangat persatuan yang telah memudar dari diri kita. Mari kita menjaga persatuan ini dan jangan sampai kita tercerai berai karena jika kita tidak bersatu, maka hancurlah bangsa ini. 

Hadirin yang berbahagia,
Saya kira apa yang bisa saya sampaikan cukup sampai di sini. Untuk mengakhiri pidato ini saya berpesan kepada seluruh pemuda – pemudi yang ada untuk menjaga dan mengamalkan sumpah pemuda ini. 

Terimakasih atas perhatiannya dan jika ada salah kata dalam penyampaian pidato ini, saya mohon ampun.

Saya akhiri

Wassalamualaikum wr wb. 

Contoh Pidato HUT Sumpah Pemuda yang Kedua

Assalamualaikum Wr. Wb.

Kepada Bapak Kepala Sekolah yang saya hormati, Bapak wali kelas yang saya hormati, juga dewan guru yang saya hormati, tak lupa juga kepada rekan-rekan kelas 3 yang saya cintai.

Pertama, marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kita kehadirat Allah SWT. Yang telah memberikan nikmatnya berupa kesehatan sehingga pada kesempatan kali ini kita bisa berkumpul disini dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda.

Rekan-rekan dan hadirin yang saya cintai.
Jika kita melihat kenyataan sekarang, orang-orang yang dimanjakan oleh zaman. Kemajuan tekhnologi yang semakin tinggi ini semakin “meninabobokan” kita sehingga tertidur lelap. Telivisi sudah memakai remote, handphone sudah memiliki fasilitas yang lengkap. Kendaraan yang sudah semakin lengkap dan banyak. Semuanya serba bisa kita temukan di zaman sekarang.

Namun dibalik semua itu muncul suatu kebiasaan baru yaitu kebiasaan bermalas-malasan. Semua kemudahan membuat kita malas untuk melakukan hal-hal yang dianggap sulit.

Jika hal ini kita biarkan tentunya dapaknya akan sangat buruk bagi mereka dan masa depan mereka. Kita bagi kaum muda juga harus mewaspadai penyakit malas ini. Penyakit malas ini sangat berbahaya bagi masa depan kita. Lambat laun kemalasan akan membuat kita tidak bisa berbuat apa-apa ketika kita dihadapkan dengan kerasnya kehidupan.

Rekan-rekan saya yang saya banggakan, maka dari itu mulai saat ini marilah kita singsingkan lengan baju dan bangkitkan semangat kita. Jangan biarkan rasa malas membelenggu kita. Jangan biarkan rasa malas mengungkung kita sehingga kita menjadi generasi pengecut, menjadi generasi yang lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Kita harus bisa menjadi generasi yang bisa diandalkan dan dibanggakan. Kita harus mampu menjadi agen pembaharu lingkungan kita. Masa muda adalah masa yang penuh semangat, masa muda adalah masa yang penuh gairah. Mari kita bertindak ke arah yang positif. Kita buat diri kita menjadi contoh kebaikan yang mampu menularkan semangat kepada rekan-rekan kita yang lain.

Mungkin cukup sekian yang dapat saya sampaikan, semoga lain kali kita bisa berjumpa lagi. Mohon maaf jika ada salah kata atau kata-kata yang kurang berkenan.
Saya ucapkan terimakasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb

Contoh Pidato HUT Sumpah Pemuda yang Ketiga

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Saudara-saudara sebangsa dan setanah Air, yang berbahagia.
Dengan memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah Swt, karena pada pagi hari ini kita bisa berkumpul di tempat ini guna memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air Indonesia, yang berbahagia.
Pagi ini tepatnya tanggai 28 Oktober tahun …. segenap lapisan bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda. Pala tanggal  terbut mempunyai arti terpenting dalam sejarah bangsa, karena generasi muda mengadakan konggres II di Jakarta mengikrarkan Sumpah Sakti yang mengikat persatuan dan kesatuan bangsa. Adapaun isi sumpah pemuda adalah sebagai berikut


  • Kami putra putri bangsa Indonesia, bertanah air satu tanah air Indonesia.
  • Kami putra putri bangsa Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia
  • Kami putra putri bangsa Indonesia, berbahasa satu bahasa Indonesia.


Itulah ikrar Sumpah Pemuda yang telah dikenal oleh semua Lipisan bangsa Indonesia. Dengan memperingati hari Sumpah Pemuda yang terpenting bagi kita semua adalah hendaknya kita menjadi pemuda yang aktif dalam ikut berpartisipasi dalam pembangunan pada masa sekarang ini.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air Indonesia, yang berbahagia.
Demikian pidato saya dalam peringatan hari Sumpah Pemuda, mudah-mudahan generasi semakin semangat dalam melaksanakan berbagai aktifitas yang positif. Kurang lebihnya kami mohon maaf, Ihdinash shiraathal mustaqiim.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

Contoh Pidato HUT Sumpah Pemuda yang 

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua.
Yang terhormat Bapak ( .......................................... )
Yang terhormat ( .......................................... )
Yang terhormat bapak, ibu guru beserta seluruh staff 
Dan Teman – teman yang saya cintai

Bapak-bapak, ibu-ibu serta para hadirin yang berbahagia!
Tiada sepatah katapun yang patut kita ucapkan pada pagi yang cerah ini kecuali ucapan tahmid dan tasyakkur kehadirat Allah SWT. Karena hanya dengan inayah dan ma'unah-Nya kita semua dapat berkumpul di lapangan ini untuk memperingati hari yang sangat bersejarah bagi seluruh bangsa Indonesia khususnya bagi kawula muda, yaitu Peringatan Hari Sumpah Pemuda tepatnya tanggal 28 oktober tahun ini.

Setiap tanggal 28 oktober bangsa Indonesia khususnya bagi kawula muda telah memperingati hari yang bersejarah itu, karena pada tanggal 28 oktober tahun 1982 yang silam, para pemuda Indonesia telah mengadakan kongres yang ke II di Jakarta dengan mengikrarkan sumpah sakti sebagai tali pengikat persatuan dan kesatuan bangsa. Sumpah sakti yang sebagai tali pengikat persatuan dan kesatuan bangsa itu kemudia dikenal dengan Sumpah Pemuda. 
Adapun isi dari Sumpah Pemuda sebagai pengikraran pada kongres ke II itu adalah sebagai berikut:
  • Kami putra putri bangsa Indonesia, bertanah air satu tanah air Indonesia
  • Kami putra putri bangsa Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia
  • Kami putra putri bangsa Indonesia,berbahasa satu bahasa Indonesia


Dalam memperingati hari sumpah pemuda, kita sebagai bangsa Indonesia khususnya kawula muda yang telah menikmati dan mewarisi kemerdekaan ini, marilah kita tingkatkan semangat nasionalisme yang tinggi, semangat cinta tanah air yang membaja.

Dengan sumpah pemuda itu juga, marilah kita tingkatkan persatuan dan kesatuan bangs, kita tingkatkan ukhuway islamiyah, kita pupuk kesetiakawanan diantara kita, untuk berperan aktif dalam pembangunan yang menghadapi era tinggal landas ini.

Dan dengan semangat Sumpah Pemuda ini pula, hendaknya kita menjadi pemuda yang tangguh, tahan uji, pemuda yang kreatif, pemuda yang aktif berperan dalam pembangunan dan melangsungkan pembangunan negara dan bangsa untuk menuju negara yang adil makmur sentosa, Gemah Ripah Loh Jinawe. Sebab itu, tangan pemudalah maju mundurnya atau hidup matinya suatu negara. Untuk itu bersiap-siaplah kita mulai sedini mungkin menerima estafet perjuangan dan kepemimpinan dari generasi tua. Perhatikan gambaran yang diberikan oleh seorang pujangga Islam Mustafa Al-Ghulayani:

"INAA FII FADISY SYUBBAANI AMROL UMMATI WAFII AQDAAMIHIM HAYAATAHAA"

Artinya:
"Sesungguhnya urusan bangsa dan negara adalah di tangan para pemuda. Dan ditelapak kaki merekalah hidupnya suatu bangsa".

Sekali lagi, kita di dalam memperingati hari sumpah pemuda ini marilah kita galang persatuan dan kesatuan, tingkatkan semangat kepemudaan, jadilah pemuda yang kreatif dalam pembangunan jangka panjang tahap dua ini, jadilah pemuda yang taat kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang mengabdikan diri kepada nusa bangsa tanpa pamrih apapun.

Itulah yang sempat saya sampaikan pada kesempatan kali ini dan semoga melalui Peringatan HUT Sumpah Pemuda ini kita jalin erat persatuan dan kesatuan Bangsa.

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Demikian artikel tentang Contoh Pidato Sambutan HUT & Sejarah Singkat Sumpah Pemuda  28 Oktober  yang sempat kami bagikan pada kesempatan ini dan semoga apa yang kami berikan ini dapat bermanfaat dan jangan lupa baca juga :