Menyusun Teks Pidato, Pengertian, Tujuan, Jenis, Metode, Langkah dan Contohnya

Contohsuratku.net - Pada kesempatan ini kami kembali berbagi sebuah artikel yang membahasa mengenai masalah Pidato, dalam menaggapi banyaknya kesulitan yang dihadapi siswa ketika belajar masalah pidato, hal ini karena mereka belum memahami apa sebenarnya itu pidato?, untuk itu silahkan ikuti penjelasan kami berikut ini :
Menyusun Teks Pidato, Pengertian, Tujuan, Jenis, Metode, Langkah dan Contohnya
Menyusun Teks Pidato, Pengertian, Tujuan, Jenis, Metode, Langkah dan Contohnya

Pengertian Pidato

Pidato adalah sebuah kegiatan berbicara di depan umum atau berorasi untuk menyatakan pendapatnya, atau memberikan gambaran tentang suatu hal. Pidato biasanya dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi-orasi dan pernyataan tentang suatu hal/peristiwa yang penting dan patut diperbincangkan.

Tujuan Pidato

Pidato umumnya melakukan satu atau beberapa hal berikut ini :
  1. Mempengaruhi orang lain agar mau mengikuti kemauan kita dengan suka rela.
  2. Memberi suatu pemahaman atau informasi pada orang lain.
  3. Membuat orang lain senang dengan pidato yang menghibur sehingga orang lain senang dan puas dengan ucapan yang kita sampaikan.

Jenis-Jenis Pidato

Berdasarkan pada sifat dari isi pidato, pidato dapat dibedakan menjadi :
  1. Pidato Pembukaan, adalah pidato singkat yang dibawakan oleh pembaca acara atau mc.
  2. Pidato pengarahan adalah pdato untuk mengarahkan pada suatu pertemuan.
  3. Pidato Sambutan, yaitu merupakan pidato yang disampaikan pada suatu acara kegiatan atau peristiwa tertentu yang dapat dilakukan oleh beberapa orang dengan waktu yang terbatas secara bergantian.
  4. Pidato Peresmian, adalah pidato yang dilakukan oleh orang yang berpengaruh untuk meresmikan sesuatu.
  5. Pidato Laporan, yakni pidato yang isinya adalah melaporkan suatu tugas atau kegiatan.
  6. Pidato Pertanggungjawaban, adalah pidato yang berisi suatu laporan pertanggungjawaban.

Metode Pidato

Dalam hal ini metode pidato yang paling sering digunakan adalah sebagai berikut :

Impromptu (spontan)

Metode pidato impromptu adalah membawakan pidato tanpa persiapan yang hanya mengandalakan pengalaman dan wawasan. Dalam metode ini, pembicara menggunakan cara spontanitas (improvisasi). Biasanya, metode ini digunakan untuk pidato yang sifatnya mendadak dan disajikan menurut kebutuhan saat itu.

Kelebihan metode impromptu adalah bahasa yang digunakan singkat, sehingga tidak membosankan dan pembicara bebas dalam memilih topik bahasan tetapi tepat sesuai acara. Sedangkan kelemahan metode impromptu adalah terkadang meteri yang disampaikan tidak secara urut / sistematis dan kemungkinan ada hal-hal yang terlupa karena sifatnya mendadak tanpa persiapan.

Ekstemporan (penjabaran kerangka)

Metode pidato ekstemporan merupakan teknik berpidato dengan menjabarkan materi yang terpola. Maksud terpola yaitu materi yang akan disampaikan harus dipersiapkan garis besarnya dengan menuliskan hal-hal yang di anggap penting.

Kelebihan metode ekstemporan yaitu materi yang di sampaikan dapat di ungkapkan secara terurut dan sistematis. Sedangkan kelemahan metode ekstemporan adalah terlihat seakan-akan kurang siap karena perlu menunduk untuk melihat catatan.

Menggunakan Naskah

Metode pidato naskah adalah berpidato dengan menggunakan naskah yang telah dibuat sebelumnya. Metode ini biasanya digunakan dalam pidato resmi dimana pembicara selalu membaca naskah yang telah dipersiapkan sebelumnya. Cara demikian dilakukan agar tidak terjadi kekeliruan, karena setiap kata yang diucapkan dalam situasi resmi akan di sebarluaskan dan dijadikan figur masyarakat serta dikutip oleh media massa.

Kelebihan metode naskah yaitu pidato terencana dengan baik, lengkap dan sistematis. Sedangkan kelemahan metode naskah adalah membosankan, interaksi dengan pendengar kurang dan terlihat kaku karena mata pembicara selalu melihat naskah.

Menghafal (tanpa teks)

Metode pidato menghafal yaitu menghafal suatu rencana pidato yang telah dibuat sebelumnya.
Kelebihan metode menghafal adalah melatih daya ingat dan tersusun sistematis. Sedangkan kelemahan metode menghafal adalah bila terjadi lupa akan mempengaruhi isi pidato dan mungkin akan menggangu konsentrasi pendengar.

Langkah-langkah Menyusun Pidato

Berikut kami jabarkan tentang langkah langkah menyusun pidato yang baik dan benar :

Menentukan Tujuan

Menentukan tujuan dari pidato merupakan suatu hal yang sangat penting. Tujuan dari suatu pidato sangat berpengaruh untuk menentukan topik pembicaraan, menentukan batasan topik, serta berpengaruh dalam menentukan gaya dan bahasa pidato yang akan dilakukan oleh seseorang yang akan berpidato.

Memilih/Menentukan Topik Pembicaraan 

Menentukan topik pidato secara relevan dan menarik. Topik pidato harus sesuai dengan tujuan dan kebutuhan dari audiens. Suatu kesalahan yang sangat fatal adalah jika topik suatu pidato tidak sesuai dengan tujuan pidato yang disampaikan.

Misalnya, tujuan pidato dalam menyambut peringatan HUT RI, sedangkan topik pidato membicarakan ”sejarah kemerdekaan Jepang”. Selain itu, yang harus diperhatikan adalah topik yang akan disampaikan haruslah menarik dan sesuai dengan kebutuhan audiens, sehingga audiens akan secara saksama mengikuti uraian pidato sehingga tujuan pidato dapat dimengerti oleh audiens.

Membatasi Topik Pembicaraan

Membatasi topik pembicaraan akan sangat membantu dalam mengefektifkan materi pembicaraan sehingga tersampaikan secara tepat dan menarik. Pembicaraan yang terlalu melebar akan justru meninggalkan kesan kurang jelas pada audiens.

Mengumpulkan Bahan

Mengumpulkan bahan atau materi pidato yang sesuai dengan topik yang akan dibicarakan. Bahan-bahan dari pidato tersebut dapat diperoleh dari buku-buku, ensiklopedi, majalah, surat kabar, informasi/ berita TV, atau dapat juga didapat dengan melakukan wawancara dengan seorang ahli dalam suatu bidang tertentu.

Menyusun Bahan

Pidato yang hendak disampaikan, biasanya selalu diawali kalimat pembuka, pendahuluan, isi, kesimpulan, dan diakhiri kalimat penutup.

Kerangka suatu pidato terdiri dari :

Salam Pembuka/Kalimat Pembuka
Pada bagian pertama uraian dari pidato biasanya diawali kalimat pembuka berbentuk susunan kalimat sapaan dengan maksud memberi penghormatan, mengkondisikan atau menarik perhatian audiens agar memperhatikan pembicara yang berpidato. 

Contoh:
Bapak Sekda Kabupaten Oku Timur yang saya hormati,Ketua DPRD Kabupaten Oku Timur yang saya hormati,Para tokoh masyarakat, pemuka agama Kecamatan Belitang II yang saya hormati,Serta Bapak-bapak, Ibu-ibu yang saya hormati,Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatu!

Pendahuluan
Pada bagian ini biasanya berisi ucapan syukur, kemudian dilanjutkan dengan memberi sedikit gambaran pada audiens topik yang akan dibicarakan, latar belakangnya, mengapa topik pembicaraan itu penting. Agar menarik perhatian audiens, pada bagian ini dapat juga diawali dengan suatu pertanyaan atau pernyataan yang dapat merangsang keingintahuan audiens.

Contoh: Pertama-tama mari kita ucapkan syukur ke hadirat Ilahi yang telah memberikan taufik dan hidayah-Nya sehingga kita dapat berkumpul menghadiri acara peresmian ini.

Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang saya hormati,Mengapa Pemerintah Daerah, khususnya Bapak Bupati Oku Timur sengaja menyisihkan dana untuk membangun gedung pertemuan di Kecamatan kita? Bahkan Beliau dalam suatu pertemuan, pernah menyatakan jika perlu uang pribadi saya, nanti akan saya sumbangkan andaikata dana yang dibutuhkan ternyata kurang.

Hadirin yang saya hormati,Masyarakat di Kecamatan kita merupakan masyarakat yang heterogen atau beragam, baik keyakinan agamanya maupun asal sukunya. Oleh sebab itu dalam kesempatan sambutan ini, saya ingin menjelaskan betapa pentingnya musyawarah, toleransi, tertib hukum, serta menjaga kesatuandan persatuan bangsa.

Bagian Isi
Pada bagian ini merupakan bagian pokok pidato. Menguraikan penjabaran topik pidato secara keseluruhan. Rincilah topik pembicaraan menjadi butir-butir penting pembicaraan sesuai batasan topik yang direncanakan. Menggunakan kalimat sapaan setiap peralihannya, atau gunakanlah kata rincian pertama …, kedua …, ketiga …, akhirnya …, selanjutnya …, langkah pertama …, langkah kedua …, dan lain-lain.

Penutup
Pada bagian akhir suatu pidato biasanya berbentuk kesimpulan, harapan, permohonan maaf, dan salam penutup. Kesimpulan hendaknya jangan hanya disampaikan dalam satu atau dua kalimat, tetapi hendaknya merupakan rangkuman butir-butir penting rincian topik yang dinyatakan dalam satu atau dua paragraf sehingga audiens semakin mengerti.

Contoh:
Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang saya hormati,Sebagai kata akhir sambutan ini, saya tegaskan agar kita dapat terus meningkatkan kemajuan masyarakat di Kecamatan Belitang II ini, budayakan berdialog, bermusyawarah karena hanya dengan cara itu kita dapat menyelesaikan berbagai masalah serumit apapun. Tingkatkan toleransi beragama di antara kita agar sesama warga dapat menjalani keyakinan agamanya dengan tenang. Tingkatkan kesadaran hukum kita dan budayakan hidup tertib di masyarakat kita. Dan yang terakhir kita harus selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Mudah-mudahan gedung pertemuan ini dapat dijadikan sarana untuk mewujudkan itu semua.

Mengakhiri sambutan ini, atas nama masyarakat Kecamatan Belitang II, saya ucapkan terima kasih kepada para pengusaha di Kecamatan Belitang II, khususnya Bapak Bupati Oku Timur yang telah membantu merealisasikan pembangunan gedung pertemuan ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Kecamatan Belitang II yang telah ikut membantu pelaksanaan pembangunan gedung pertemuan ini. Sekian dan saya mohon maaf jika dalam sambutan ini ada kata-kata yang tidak berkenan di hati hadirin semua. Wassalamualaikum Wr. Wb.

Contoh Pidato yang Baik dan Benar

Contoh Pidato yang Pertama

Pembukaan Pidato
Assalamualaikum Wr. Wb.

Hadirin yang saya hormati.
Dalam kesempatan yang berbahagia ini marilah kita bersyukur kepada Allah SWT. Atas segala nikmat serta hidayah-Nya yang telah dicurahkan kepada kita semua sehingga pada kesempatan kali ini kita bisa hadir dalam acara peringatan hari pendidikan nasional.

Isi Pidato
Hadirin yang berbahagia.
Dalam mencari ilmu, Allah sendiri pernah menguji para Malaikat-malaikat-Nya. Bahwa ternyata tidak ada seseorangpun di dunia ini yang mempunyai ilmu pengetahuan, kecuali hanya Allah. Dan sebagian ilmu yang kita miliki ini adalah titipan Allah. Bahkan Malaikat pun tidak akan memiliki ilmu pengetahuan, selain apa yang telah diajarkan kepadanya. Oleh karena itu kita tidak boleh sombong dengan pengetahuan yang kita miliki. Bahkan dengan apapun yang kita miliki tidak boleh sombong.

Hadirin yang saya hormati.
Sebagian dari keutamaan orang mencari ilmu adalah dimudahkan serta dibimbing melalui jalan menuju kebenaran. Betapa pentingnya orang yang menuntut ilmu, sehingga diberikan pengetahuan yang luar biasa. Peranan para tenaga pengajar juga sangatlah penting. Sehingga orang yang bersamanya dukuk untuk menimba ilmu pengetahuan darinya walaupun hanya satu jam saja itu lebih disukai oleh Allah dari pada pahalanya dalam beribadah seribu tahun.

Penutup Pidato
Hanya itu yang bisa saya sampaikan, mudah-mudahan ada manfaatnya serta diberikan ilmu yang bermanfaat dan di ridha’i Allah. Amiin

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Contoh Pidato yang Kedua

Pentingnya Ilmu Bagi Diri Pribadi dan Negara

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Yang terhormat Bpk. guru Selaku guru pembimbing pelajaran KWU,dan teman-teman yang saya banggakan.

Alhamdulillah. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat  Allah SWT, karena atas izin dan karunianyalah kita dapat berkumpul disini dengan sehat dan selamat untuk menuntut ilmu sebagai bekal masa depan kita. Selain itu juga, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak guru dan teman-temanku yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk berdiri disini.

Teman-teman, hari ini saya ingin menyampaikan sebuah tema pentingnya ilmu bagi pribadi dan negara sebagai wujud patriotisme. Seperti yang kita ketahui, ilmu itu sangatlah penting. Bahkan menuntut ilmu sangat ditekankan oleh setiap agama. Seperti bagi agama islam ada sabda Nabi yang berbunyi “Tuntutlah ilmu dari lahir hingga keliang lahat”, ini membuktikan bahwa ilmu itu sangatlah penting dan pastinya berguna. Karena dengan ilmu pengetahuan yang kita miliki bisa mengantarkan kita kedalam kesuksesan tapi bukan hanya ilmu semata yang mengantarkan kita kepada kesuksesan tersebut tetapi juga dengan perilaku moral kita yang baik dan kerja keras.

Selain itu juga ilmu sangatlah penting bagi bangsa. Karena dengan semakin banyaknya orang-orang yang unggul dalam ilmu pengetahuan maka negara tersebut dapat menciptakan apasaja yang bahkan menurut kita mustahil walaupun dengan sumber daya alam yang sedikit. Dengan demikian maka negara lain akan segan dengan kita dan tidak akan berani melecehkan bahkan mencuri budaya kita karena mereka takut dengan kita yang bisa membuat apapun dengan ilmu pengetahuan.

Contohnya, dapat kita saksikan sekarang ini bahwa negara yang maju adalah negara yang unggul dalam ilmu pengetahuannya seperti negara Jepang, Amerika Serikat, Jerman, dan sebagainya. Padahal dibandingkan negara tersebut negara kita ini lebih kaya dengan sumber daya yang sangat melimpah, namun lagi-lagi karena kita kekurangan ilmu pengetahuan kita tidak bisa mengolahnya sehingga sumber daya tersebut diolah oleh negara lain dengan sistem bagi hasil yang menurut saya sangat merugikan kita. Misalnya saja PT. FREEPORT yang mengolah emas-emas kita namun kita hanya menerima pajak sebesar 20% saja. Ini sangat miris dimana alam yang kita miliki ini kita dapatkan dengan pengorbanan darah pejuang-pejuang kita. Namun mereka yang memperoleh keuntungan besar, itu semua karena ilmu pengetahuan yang mereka miliki.

Teman-teman, inilah bukti bahwa ilmu itu sangatlah penting bagi kita maupun negara kita. Yang mana dengan ilmu pengetahuan yang kita miliki apapun itu maka sama saja kita membantu negara kita yang tercinta ini untuk bangkit dari keterpurukan dan menjadi negara yang maju dan mengantarkan kita pada kesuksesan. Dimana dengan suksesnya kita, maka kita akan memiliki hidup yang lebih baik dan dengan majunya negara kita maka kemiskinan dan kelaparan akan berkurang, kesejahteraan akan tercipta, dan tidak ada lagi kesenjangan sosial.

Oleh karena itu, marilah teman-teman semua kita berusaha menimba ilmu dengan sebaik-baiknya dan belajar dengan sungguh-sungguh. Janganlah kita menyepelekan apa yang sekarang ini kita lakukan. Yang berlalu biarlah menjadi pelajaran bagi kita semua dan yang kita lakukan sekarang buatlah menjadi pijakan untuk masa depan yang lebih baik. Berfikirlah untuk maju, karena kesuksesan ditentukan dari sekarang. Apa yang kita lakukan hari ini itulah yang menentukan kita esok hari. Seperti kata pepatah “apa yang kau tanam itulah yang kan kau tuai”. Maka dari itu, janganlah kita baru menyesal dikeesokan hari.

Namun sebelum saya akhiri pidato saya yang singkat ini saya tekankan kepada teman-teman bahwa ilmu yang dimiliki juga harus diiringi dengan moral manusianya yang baik. Karena seperti kita ketahui orang pintar itu banyak tetapi yang pintar dan bermorallah yang sulit ditemukan. Orang pintar hanya akan merugikan orang lain apabila kepintarannya tersebut tidak disertai dengan moral yang baik. Oleh karena itu, marilah kita belajar dengan sungguh dan marilah kita tingkatkan moral dan akhlak kita sebagai generasi penerus bangsa.

Demikianlah pidato yang dapat saya sampaikan kepada teman-teman, semoga kita dapat mengambil pelajaran dari pidato ini dan melaksanakan apa yang menjadi kewajiban kita sebagai pelajar yaitu belajar dengan sebaik-baiknya. Saya juga memohon maaf apabila ada salah kata atau kata yang kurang berkenan dihati teman-teman yang saya banggakan.

Wassalamu’alaikun Wr. Wb.

Demikian artikel tentang Menyusun Teks Pidato, Pengertian, Tujuan, Jenis, Metode, Langkah dan Contohnya yang sempat kami bagikan pada kesempatan ini dan semoga apa yang kami bagikan kali ini dapat bermanfaat dan jangan lupa baca juga :