Menganalisis Keterkaitan Unsur Instrinsik Cerpen dengan Kehidupan Sehari-hari

Contohsuratku.net - Kembali kami berbagi salah satu Materi Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X Tentang Menganalisis Keterkaitan Unsur Instrinsik Cerpen dengan Kehidupan Sehari-hari, sebagai materi untuk memahami dan upaya dalam memaknai sebuah karya sastra dalam bentuk Cerpen.
Menganalisis Keterkaitan Unsur Instrinsik Cerpen dengan Kehidupan Sehari-hari
Menganalisis Keterkaitan Unsur Instrinsik Cerpen dengan Kehidupan Sehari-hari

Keterkaitan Unsur Intrinsik dengan Kehidupan Sehari-hari

Cerita pendek merupakan cerminan kehidupan. Unsur-unsur yang terdapat dalam cerita pendek juga memiliki keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Keterkaitan unsur intrinsik dengan kehidupan sehari-hari terletak pada kesamaan unsur intrinsik dengan kehidupan sehari-hari. Unsur intrinsik itu memiliki keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Unsur intrinsik memiliki kesamaan dengan kehidupan sehari-hari jika unsur intrinsik yang ada dalam cerpen memang betul-betul ada dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan unsur intrinsik yang tidak memiliki kesamaan dengan kehidupan sehari-hari merupakan fiktif atau karangan penulis. Keterkaitan masing-masing unsur intrinsik cerpen dengan kehidupan sehari-hari akan dijelaskan sebagai berikut;

Keterkaitan Unsur Intrinsik yang Pertama adalah Tema

Tema adalah ide yang mendasari suatu cerita sehingga berperanan juga sebagai pangkal tolak pengarang dalam memaparkan karya fiksi yang diciptakannya. Tema dalam cerpen selalu diangkat dari masalah-masalah yang ada dalam masyarakat karena karya sastra seringkali timbul setelah melihat keadaan masyarakat yang ada pada saat itu. Siswa dapat menemukan berbagai masalah yang ada di masyarakat melalui membaca cerpen dan menemukan tema.

Keterkaitan Unsur Intrinsik yang Kedua adalah Alur atau Plot

Cerpen melukiskan kisah-kisah kehidupan dan keadaan sosial suatu masyarakat, peristiwa-peristiwa, ide, dan gagasan, serta nilai-nilai yang diamanatkan pencipta lewat tokoh-tokoh cerita, Alur atau plot merupakan rangkaian peristiwa yang memiliki hubungan sebuah akibat sehingga menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh. Plot atau alur adalah unsur struktur yang berwujud jalinan peristiwa di dalam karya sastra yang memperlihatkan kepaduan (koherensi) tertentu yang diwujudkan antara lain oleh hubungan sebab akibat, tokoh, tema, atau ketiganya. Alur dapat dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari karena kehidupan sehari-hari merupakan jalinan peristiwa yang dilewati oleh semua manusia. Siswa dapat mengetahui berbagai macam urutan peristiwa yang ada dalam kehidupan masyarakat dari membaca cerpen dan menemukan alur cerita.

Keterkaitan Unsur Intrinsik yang Tiga adalah Penokohan

Karya sastra sebagai cerminan kehidupan masyarakat, merupakan dunia subjektivitas yang diciptakan oleh pengarang yang di dalamnya terdapat berbagai aspek kehidupan yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Aspek kehidupan tersebut berupa aspek sosiolologis, psikologis, filsafat, budaya, dan agama. 

Keberadaan karya sastra tidak dapat dilepaskan dari diri pengarang sebagai bagian dari anggota suatu masyarakat (Efendi 2010: 83). Sehingga dalam penciptaannya, pengarang tidak dapat terlepas dari lingkungan sosial budaya yang melatarinya. 

Demikian pula penokohan dalam cerpen. Penokohan merupakan cara pengarang menampilkan watak tokoh dalam cerpen. Penokohan dalam sebuah cerpen relatif sering berdasar pada kehidupan sehari-hari. Pengetahuan tentang penokohan memberi gambaran kepada pembaca tentang berbagai jenis watak manusia dalam masyarakat. 

Siswa dapat mengenali berbagai watak masyarakat melalui penyajian tokoh-tokoh dalam cerpen.

Keterkaitan Unsur Intrinsik yang Empat adalah Latar atau setting

Latar atau setting merupakan lingkungan cerita yang berkaitan dengan masalah tempat dan waktu terjadinya peristiwa, lingkungan sosial, dan lingkungan alam yang digambarkan guna menghidupkan peristiwa. Setting dalam dunia fiksi bukan hanya background, artinya bukan menunjukkan tempat kejadian dan kapan terjadinya. Latar sebuah cerpen relatif sering menggambarkan tempat, waktu, dan suasana tertentu. Seperti pendapat Damono (2006:53) bahwa sastra bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri, terpisah dari masyarakat yang melahirkan dan menikmatinya.

Sastra mempunyai kedudukan, peran, dan kegunaan dalam masyarakat. Penggambaran latar dalam cerpen dapat memberikan manfaat bagi pembaca. Pembaca dapat mengetahui keadaan suatu tempat tertentu dengan membaca cerpen. Selain itu pembaca juga dapat mengetahui keadaan pada suatu tempat dalam waktu tertentu. Misalnya, pembaca dapat mengetahui keadaan suatu tempat pada zaman penjajahan melalui cerpen yang memiliki latar zaman penjajahan.

Keterkaitan Unsur Intrinsik yang Lima adalah Sudut pandang

Sudut pandang adalah cara pandang pengarang menampilkan para pelaku dalam cerita yang dipaparkan (Aminuddin 2002:90). Sudut pandang pengarang yang hanya menceritakan apa yang terjadi menurut penglihatannya dan pengarang tidak masuk pada diri tokoh sering disebut sudut pandang orang ketiga, sedangkan sudut pandang pengarang yang memilih salah satu tokohnya untuk bercerita biasa disebut sudut pandang orang pertama. Seorang pembaca dapat mengetahui tentang cara pengarang menceritakan suatu peristiwa yang terjadi dalam masa tertentu dengan sudut pandang tertentu.

Keterkaitan Unsur Intrinsik yang Enam adalah Gaya Bahasa

Berbicara masalah karya sastra memang unsur bahasa tidak dapat lepas dan diabaikan begitu saja. Bahkan karya sastra dapat dipastikan tidak akan ada, bila tidak ada bahasa. Mulyani (2010:54-55) mengemukakan bahwa bahasa dalam karya sastra merupakan alat yang utama dalam mengekspresikan ide-ide penyair atau pengarang.

Bahasa dalam karya sastra dapat diolah, ditata, dan digarap sedemikian rupa oleh pengarang, sehingga menjadi suatu karya sastra yang baik.

Gaya adalah keterampilan pengarang dalam mengolah dan memilih bahasa secara tepat dan sesuai dengan watak pikiran dan perasaan. Setiap pengarang mempunyai gaya yang berbeda-beda dalam mengungkapkan hasil karyanya. Seorang pembaca dapat mengetahui tentang gaya berbahasa pada tempat dan waktu tertentu dengan membaca cerpen. Setiap orang dengan watak berbeda memiliki gaya bahasa yang relatif berbeda pula. Dengan demikian pembaca dapat mengetahui berbegai gaya bahasa dari membaca cerpen.

Keterkaitan Unsur Intrinsik yang Tujuh adalah Amanat

Sastra mengajak menyelami fakta-fakta sosial secara lebih mendalam. Sastra menghimpun suatu pengetahuan tentang masyarakat dan memiliki relevansi dengan
kehidupan yang bisa diserap menjadi pengalaman sosial bagi pembacanya sehingga menumbuhkan kepekaan sosial dan sikap kritis. Nilai etika atau moral dalam sastra yang baik haruslah karya sastra yang memberikan wawasan terhadap pencerahan pemikiran dan ruhiyah serta mendidik, mempunyai etika terhadap perkembangan perilaku pembacanya (Mulyono 2006). Dengan demikian amanat dalam cerpen selalu memiliki keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Pembaca dapat belajar berbagai nilai kehidupan bermasyarakat dari amanat cerpen.

Langkah-langkah yang dilakukan untuk menemukan keterkaitan unsur intrinsik cerpen dengan kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut : 

  1. Pertama, membaca cerpen secara tenang dan saksama. 
  2. Kedua, mencoba menemukan unsur intrinsik cerpen. 
  3. Ketiga, mencoba menelaah unsur intrinsik dengan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.

Kemampuan Menganalisis Keterkaitan Unsur Intrinsik Cerpen dengan Kehidupan Sehari-hari


Membaca merupakan suatu proses yang dilakukan serta digunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis. Kegiatan membaca merupakan kegiatan reseptif, suatu bentuk penyerapan aktif. Dalam kegiatan membaca pikiran dan mental dilibatkan secara aktif, tidak hanya aktivitas fisik saja.

Kemampuan membaca yang bersifat aktif reseptif pada hakikatnya merupakan  kemampuan atau proses decoding, kemampuan untuk memahami bahasa yang dituturkan oleh pihak lain. Kegiatan menganalisis keterkaitan unsur intrinsik cerpen dengan kehidupan sehari-hari merupakan kegiatan
aktif reseptif

Karya sastra dalam bentuk karya pendek banyak beredar di masyarakat dan dengan mudah didapat. Proses pembelajaran sastra memberikan pengalaman bersastra kepada siswa. Menganalisis cerpen akan memberikan pengetahuan dan wawasan serta rasa bangga terhadap karya sastra Indonesia sebagai karya intelektual bangsa.

Cerita pendek sebagai salah satu bentuk karya sastra mengungkap berbagai realita dinamika kehidupan. Oleh karena itu, cerpen dapat dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari melalui pengaitan unsur intrinsik. Unsur intrinsik adalah unsurunsur yang secara faktual akan dijumpai jika seseorang membaca karya sastra.

Demikian artikel tentang Menganalisis Keterkaitan Unsur Instrinsik Cerpen dengan Kehidupan Sehari-hari yang sempata kami bagikan pada kesempatan ini dan semoga apa yang kami bagikan dapat membantu anda dan jangan lupa baca juga :