Contoh Pidato Sambutan Peringatan HUT PMI Nasional Tahun 2016

Contoh Pidato Sambutan Peringatan Hari PMI Nasional Tahun 2016 - Kembali kami berbagi Contoh Pidato Sambutan yang bisa anda bawakan pada peringatan HUT PMI Nasional, Pidato sambutan ini merupakan contoh yang bisa anda bawakan dan juga sebagai refrensi contoh pidato anda. dan untuk lebih jelasnya silahkan simak artikel kami tentang Contoh Pidato Sambutan Peringatan HUT PMI Nasional Tahun 2016 berikut ini :
Contoh Pidato Sambutan Peringatan HUT PMI Nasional Tahun 2016
Contoh Pidato Sambutan Peringatan HUT PMI Nasional Tahun 2016

Palang Merah Indonesia (PMI)

Palang Merah Indonesia (PMI) adalah sebuah organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan.

Tujuan Palang Merah Indonesia (PMI)

PMI selalu mempunyai tujuh prinsip dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan sabit merah yaitu kemanusiaan, kesamaan, kesukarelaan, kemandirian, kesatuan, kenetralan, dan kesemestaan. Sampai saat ini PMI telah berada di 33 PMI Daerah (tingkat provinsi) dan sekitar 408 PMI Cabang (tingkat kota/kabupaten) di seluruh Indonesia.

Palang Merah Indonesia tidak memihak golongan politik, ras, suku ataupun agama tertentu. Palang Merah Indonesia dalam pelaksanaannya juga tidak melakukan pembedaan tetapi mengutamakan korban yang paling membutuhkan pertolongan segera untuk keselamatan jiwanya.

Sejarah Berdirinya Palang Merah Indonesia (PMI)

Berdirinya Palang Merah di Indonesia sebetulnya sudah dimulai sebelum Perang Dunia II, tepatnya 12 Oktober 1873.Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan Palang Merah di Indonesia dengan nama Nederlandsche Roode Kruis Afdeeling Indië (NERKAI) yang kemudian dibubarkan pada saat pendudukan Jepang.

Perjuangan mendirikan Palang Merah Indonesia (PMI) diawali 1932. Kegiatan tersebut dipelopori Dr. R. C. L. Senduk dan Dr. Bahder Djohan dengan membuat rancangan pembentukan PMI. Rancangan tersebut mendapat dukungan luas terutama dari kalangan terpelajar Indonesia, dan diajukan ke dalam Sidang Konferensi Narkai pada 1940, akan tetapi ditolak mentah-mentah.

Rancangan tersebut disimpan menunggu saat yang tepat. Seperti tak kenal menyerah pada saat pendudukan Jepang mereka kembali mencoba untuk membentuk Badan Palang Merah Nasional, namun sekali lagi upaya itu mendapat halangan dari Pemerintah Tentara Jepang sehingga untuk yang kedua kalinya rancangan tersebut kembali disimpan.

Proses pembentukan PMI dimulai 3 September 1945 saat itu Presiden Soekarno memerintahkan Dr. Boentaran (Menkes RI Kabinet I) agar membentuk suatu badan Palang Merah Nasional.

Dibantu panitia lima orang yang terdiri dari Dr. R. Mochtar sebagai Ketua, Dr. Bahder Djohan sebagai Penulis dan tiga anggota panitia yaitu Dr. R. M. Djoehana Wiradikarta, Dr. Marzuki, Dr. Sitanala, Dr Boentaran mempersiapkan terbentuknya Palang Merah Indonesia. Tepat sebulan setelah kemerdekaan RI, 17 September 1945, PMI terbentuk. Peristiwa bersejarah tersebut hingga saat ini dikenal sebagai Hari PMI.

Peran PMI adalah membantu pemerintah di bidang sosial kemanusiaan, terutama tugas kepalangmerahan sebagaimana dipersyaratkan dalam ketentuan Konvensi-Konvensi Jenewa 1949 yang telah diratifikasi oleh pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1958 melalui UU No 59. (Wikipedia)

Contoh Pidato Sambutan HUT PMI Nasional yang Pertama

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Puji Syukur Kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberi kita lesempatan untuk berkumpul memeriahkan HUT PMI yang Ke....... atas kuasa-Nyalah kita semua mampu melaksanakan kegiatan ini, 

Para Hadirin yang saya Muliakan..Berbicara Palang Merah Indonesia hal ini tidak lepas dengan Sejarah Palang Merah Indonesia yakni pada tanggal 03 September 1945, agar setidaknya kita mengetahu tack record dan play back palang merah Indonesia itu sendiri, Menteri Kesehatan pada waktu itu di perintah langsung oleh Presiden Pertama RI yakni Ir Soekarno untuk membentuk Badan Palang Merah Nasional, saat itu menteri kesehatan dijabat oleh Dr. Buntaran Martoatmodjo, dengan tujuan menunjukkan pada Dunia Internasional bahwa Indonesia mampu Melakukan Gebrakan setelah diproklamirkannya Kemerdekaan RI tanggal 17 agustus 1945, sebelumnya Palang Merah Indonesia pernah didirikan pada tahun 1932 yang pekawal serta dipelopori oleh dr. RCL. Senduk dan Bahder Djohan, yang membuat ajuan proposal pada Kongres NERKAI tahun 1940, pengajuan tersebut ditolak begitu pula pada saat penjajahan Jepang hal itu juga ditolak. 

NERKAI (Nederlands Rode Kruiz Afdelinbg Indie) adalah organisasi yang didirikan oleh kolonial belanda tanggal 21 Oktober 1873 awalnya dengan nama Het Nederland-Indiche Rode Kruis (NIRK) kemudian menjadi NERKAI. yakni Organisasi Palang Merah Indonesia. Ketika tahun 1945 tepatnya tanggal 03 september  ir. Soekarno yang memerintah Menteri Kesehatan dan tanggal 5 september dr. buntaran menyusun panitia PMI yakni, dr. Bahder Johan, dr. R. Mochtar,  Dr. Marjuki , dr. Joehana dan dr. Sitanala. pembentukan PMI pun tercapai. 

Setelah Tanggal 17 September 1945 Ketua PMI yang pertama adalah Drs. Mohammad Hatta, terjadi sebuah proses yang benar-benar rumit kala itu, karena satu sisi PMI Pemerintah Indonesia dan disisilain NERKAI juga masih berdiri yakni organisasi pelang merah yang dipimpin oleh kolonial belanda, di tahun 1950 NERKAI menyerahkan asetnya kepada PMI yang diwakili oleh dr. B. Van Trich sedangkan dari PMI diwakili oleh dr. Bahder Djohan., karena dalam satu negara harus ada satu perhimpunan Nasional. selanjutnya dikeluarkanlah keppres Keppres No. 25 tanggal 16 Januari 1950 dan dikuatkan dengan Keppres No. 246 tanggal 29 November 1963, tentang keberadaan PMI di Indonesia.

Citera PMI dimata dunia beberapa bantuan sosial dari PMI telah menciptakan sebuah nilai yang sangat berharga di kacamata Internasional, dubuktikan pada saat PMI memberikan bantuan kepada korban Perang dan bencana tertera pada isi Konvensi Jenewa 1949, yakni pertama kalinya PMI memberikan bantuan. diakuinya PMI oleh dunia oleh komite Palang Merah Internasional (ICRC) Tanggal 15 Juni 1950, dan PMI menjadi anggota ke-68 oleh

liga Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (Liga) Yang pada saat ini disebut Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) pada Oktober 1950.

Para Hadirin yang saya Hormati,Betapa kita memiliki nyali dan kekuatan di kacamata Internasional, sekilas sejarah PMI yang saya paparkan dalam awal pidato saya, saat itu kuatnya PMI adalah salah satu sektor dari beberapa sektor yang lain kejayaan Indonesia, pada saat itu bahkan sampai saat ini PMI menjadi power di Indonesia, dibuktikan Jutaan Relawan yang siap membantu PMI dari berbagai daerah di penjuru tanah air ini. Sekarang kembali kepada Pemerintah saat ini yang semestinya berkaca pada Sejarah, terutama Kiprah PMI dari awal harus perlu di perhatikan oleh Pemerintah.

Para hadirin yang saya Hormati,Besarnya jiwa tolong menolong sebagai makhluk sosial PMI telah membuktikan pengabdiannya sebagai suka relawan membantu manusia lain, terlepas dari hal itu kepada diri kita, jiwa kita, meski kita tanamkan rasa sosial kepada seluruh dunia dan mesti kita tanamkan pada jiwa kita, di sekolah, pendidikan, Remaja, Pemuda, Mahasiswa, Masyarakat dan sebagainya..., dengan penuh keikhlasan, sekian Pidato sambutan saya kali ini kurang lebihnya saya mohon maaf, untuk PMI,,, M..A...J...U.... (3x).. Jayalah Indonesiaku... Jayalah PMI...

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Contoh Pidato Sambutan HUT PMI Nasional yang Pertama

Assalamu ‘alaikum. Wr. Wb.

Salam sejahtera,Enam puluh tiga tahun sudah Indonesia Merdeka dan tulisan ini ditorehkan dalam suasana dan semangat kemerdekaan. Meskipun berbagai kemajuan yang sangat berarti telah diraih oleh bangsa dan manyarakat Indonesia, tetapi berpuluh – puluh juta keluarga saat ini masih dalam keadaan rentan dan membutuhkan bantuan serta intervensi kemanusiaan secara berkelanjutan. Keluarga rentan yang terbeser diseluruh tanah air dan bahkan mereka berada di lingkungan sekitar kita bertempat tinggal. Mereka rentan terhadap berbagai penyakit, rentan terhadap bencana alam, rentan terhadap berbagai konflik atau kekerasan komunal. Demikian pula mereka rentan terhadap dampak perusakan lingkungan, perubahan iklim serta pemanasan global.

Menghadapi tantangan yang semakin meningkat serta semakin kompleks penanganannya, meskipun PMI merupakan Organisasai sukarela yang tidak mencari keuntungan, tetepi kita terus dituntut untuk meningkatkan kwalitas pelayanan.

Asset dan modal terbesar yang dimiliki oleh PMI, jika kita benar – benar berada di hati masyarakat dalam semua tataran, dan hal itu bisa dicapai jika masyarakat secara nyata mengnggap, bahwa kemerdekaan PMI dari Pusat hingga Ranting memang berguna bagi mereka. Untuk itu PMI tidak perlu bekerja sendiri tetapi harus bahu-membahu dengan semangat gotong royang bersama pemangku kepentingan lain yang benar – benar mempunyai kesadaran tentang pentingnya pekerjaan kemanusiaan secara nyata. Pemangku kepentingan ini tidak hanya dan terbatas pada pemerintahan tetapi benar – benar harus diperluas mencakup dunia usaha, tokoh – tokoh masyarakat, media massa, serta berbagai kalangan yang mempunyai kepedulian dengan semangat bersama untuk kemasusiaan (together for humanity) .

Berbagai proyek untuk menolong masyarakat yang rentan telah kita kerjakan, seperti penyediaan air bersih serta sanitasi, upaya – upaya mengurangi resiko karena bencana alam, diseminasi tentang pencegahan berbagi penyakit yang berbahaya termasuk HIV dan AIDS, bantuan kesehatan masyarakat seperti mobilisasi serta pemberian vaksinasi. Secara berkala pada hari – hari tertentu di berbagai daerah dan cabang diselenggarakan pengobatan massal dan kegiatan itu berguna bagi masyarakat rentan. Proyek – proyek sanitasi termasuk penyediaan air bersih yang diintegrasikan dengan upaya pengurangan resiko karena bencana alam yang berbasis masyakat harus menjadi agenda prioritas kedepan. Kegiatan semacam ini sekaligus pula akan memberi dampak yang positif bagi penguatan organisasi termasuk pemanfaatan relawan dalam arti yang positif. Demikian pula aksi – aksi kemanusiaan ini dapat menjadi stimulus untuk mendorong penggalangan dana bagi cabang yang bersangkutan.

Penggalangan dana perlu ditekankan agar PMI lebih mandiri dan tidak tergantung kepada pihak manapun juga baik pemerintah maupun pemangku kepentingan yang lain. Tentunya hal ini tidak mengurangi pentingnya bantuan Pemerintah Daerah bagi PMI di daerah – daerah untuk menunjang kegiatan oprasionalnya. Bulan Dana ternyata juga hanya bermanfaat bagi daerah dan cabang – cabang tertentu dan secara nasional tidak dapat di jadikan andalan. Erat kaitannya dengan penggalangan dana maka kegiatan – kegiatan yang dikerjakan PMI yang langsung berguna bagi masyarakat harus disebarluaskan. Untuk itu, maka publikasi yang agresif tentang kegiatan – kegiatan yang kita lakukan harus dikomunikasikan pada masyarakat secara luas dan agar kumunikasi ini dapat berjalan secara berkelanjutan maka relasi dengan media massa memegang peran yang menentukan.

Dana - dana yang dikumpulkan dan yang dibelanjakan oleh PMI harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.

Pada bagian akhir dari sambutan ini yang merupakan arah kebijakan, secara khusus kami hendak menyoroti masalah transfusi darah yang diselenggarakan oleh PMI. Saat ini dan untuk masa – masa mendatang , penyelenggaraan transfusi darah telah dan akan menghadapi berbagai permasalahan yang semakin rumit. Penyelenggaraan tranfusi darah merupakan penugasan pemerintah kepada PMI berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 18 / 1980. Karena sifatnya sebagai penugasan seharusnya pemerintah ( Pusat dan Daerah ) memenuhi berbagai kebutuhan agar lanyanan transfusi darah dapat dilaksanakan dengan memenuhi standar kualitas dan keemanan darah serta biaya Pengganti Pengolahan Darah ( BPPD ) yang dibebankan kepada mereka yang membutuhkan darah dapat terjangkau. Tetapi kenyataan dilapangan tidak menunjukan hal demikian. Berbagai kendala yang dihadapi PMI dalam penyelenggaraan transfusi darah perlu dicermati guna dicarikan jalan pemecahannya.

Pertama, penyakit - penyakit yang mematikan yang ditularkan melalui pemberian darah bagi mereka yang membutuhkan ( recepient ) semakin ganas dan acapkali semakin sulit didekteksi meskipun telah dilakukan uji saring darah sesuai dengan standar seperti HIV dan AIDS.

Kedua, seirama dengan iklim keterbukaan dan transparasi maka penyelenggaraan transfusi darah harus bener – benar akuntabel terutama dilihat dari kualitas dan keamanan darah dihadapkan dengan resiko pencemaran darah yang semakin meningkat.

Ketiga, Fakta di lapangan menunjukan bahwa bantuan dari pemerintah pusat untuk penyelenggaraan transfusi darah semakin berkurang. Hal ini mengakibatkan bahwa PMI harus berupaya sendiri untuk mengurus transfusi darah secara mandiri, meskipun tranfusi darah merupakan penugasan dari pemerintah. Jika bantuan dari badan – badan diluar pemerintah tidak diperoleh atau diperoleh tetapi sifatnya hanya sesaat, maka untuk menjaga kualitas dan keamanan darah, biaya pengganti harus ditingkatkan. Peningkatan BPPD ini tentu akan memberatkan masyarakat terutama mereka yang berpenghasilan rendah yang membutuhkan darah.

Jika Pemerintah masih hendak menugaskan PMI dalam penyelenggaraan transfusi darah seperti saat ini, maka diperluakan komitmen dari pemerintah termasuk Pemda – pemda, agar penyelenggaraan transfusi darah dapat disenggarakan secara optimal.

Demikian sambutan kami dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun PMI yang ke ............ tanggal, ........................ Peringatan tahun ini bertepatan dengan waktu ibadah puasa dalam bulan suci Ramadhan. Kami mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa dan semoga Alloh SWT menerima amal ibadah puasa bagi mereka yang menjalankannya. Semoga dengan semangat bulan puasa dapat menggelorakan solidaritas sosial dan kemanusiaan.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberkati kerja – kerja kemanusiaan yang kita laksanakan.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Demikian artikel tentang Contoh Pidato Sambutan Peringatan HUT PMI Nasional Tahun 2016 yang sempat kami bagikan dan semoga apa yang kami bagikan kali ini bisa bernanfaat, lihat juga :